Categories: Sepakbola

Pordes Sukajaya Bogor Ricuh, Dua Wasit Jadi Korban usai Gol Dianulir

SulawesiPos.com – Kericuhan Pordes Sukajaya Bogor pecah dalam pertandingan sepak bola antarkampung di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Selasa, 11 Agustus 2026, setelah keputusan wasit menganulir gol memicu amarah di lapangan, dengan dua pengadil pertandingan dilaporkan menjadi korban pengeroyokan dan harus mendapatkan perawatan medis menurut narasi yang beredar di media sosial.

Insiden itu cepat menyebar pada Rabu, 12 Agustus 2026, lewat sejumlah unggahan video dan screenshot yang memperlihatkan suasana ricuh di sekitar lapangan, termasuk momen beberapa orang mengejar dan memukul sosok yang disebut sebagai wasit.

Narasi yang paling konsisten di sejumlah unggahan menyebut laga tersebut mempertemukan Kampung Pabuaran melawan Kampung Urug dalam ajang Pekan Olahraga Desa atau Pordes di Desa Urug.

Dalam keterangan yang beredar, kericuhan disebut pecah setelah gol salah satu kubu dianulir wasit, lalu memicu protes keras dari pemain, ofisial, dan suporter di sekitar lapangan.

Sejumlah akun media sosial lokal juga menyebut dua wasit menjadi korban, dengan satu di antaranya merupakan hakim garis, namun rincian identitas korban dan tingkat luka yang mereka alami belum diumumkan secara terbuka dalam sumber yang bisa diverifikasi lebih kuat.

Kronologi yang Sudah Muncul di Sumber Terbuka

Video yang beredar memperlihatkan pertandingan yang semula berjalan normal berubah kacau dalam hitungan detik, dengan beberapa orang masuk ke area permainan dan kerumunan lalu bergerak ke arah perangkat pertandingan.

Portal lokal yang ikut menuliskan kejadian ini mengulang informasi yang sama, yakni insiden berlangsung pada Selasa sore, 11 Agustus 2026, di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, dan korban wasit disebut sempat dibawa ke rumah sakit untuk penanganan.

Meski demikian, hingga Rabu, 12 Agustus 2026 siang, belum ditemukan pernyataan resmi polisi, panitia, maupun pemerintah desa di sumber terbuka yang menjelaskan jumlah pasti korban, pihak yang terlibat, atau apakah kasus ini sudah dibawa ke ranah hukum.

Ketiadaan penjelasan resmi itu membuat sejumlah detail penting masih harus diperlakukan sebagai klaim awal yang beredar bersama video viral, bukan fakta final yang telah dikunci aparat atau penyelenggara.

Sorotan terhadap keamanan pertandingan antarkampung pun menguat karena insiden ini kembali menempatkan wasit sebagai pihak yang paling rentan saat keputusan di lapangan memicu ketegangan massa.

Untuk saat ini, fakta yang paling kuat dan konsisten baru mengarah pada tiga hal utama, yakni lokasi kejadian di Desa Urug, Sukajaya, waktu kejadian pada Selasa, 11 Agustus 2026, serta adanya kericuhan yang membuat wasit menjadi korban setelah keputusan pertandingan diprotes.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: bogor kericuhan sepak bola Suporter Sepak Bola Wasit