SulawesiPos.com – Kashima Antlers menutup perjuangan mereka di Final J1 League 100 Year Vision League 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Vissel Kobe pada leg kedua yang berlangsung di Kashima Soccer Stadium (Mercari Stadium), Sabtu (6/6/2026).
Meski berhasil mengamankan kemenangan di hadapan pendukung sendiri, hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan telak 0-5 pada leg pertama.
Vissel Kobe tetap keluar sebagai juara dengan keunggulan agregat 5-2.
Kemenangan Kashima setidaknya menjadi penutup yang membanggakan setelah mereka tampil jauh lebih agresif dan efektif dibandingkan pertemuan pertama.
Namun dominasi Vissel Kobe pada leg pertama terbukti menjadi fondasi kuat yang sulit dikejar.
Sejak peluit awal dibunyikan, Kashima Antlers langsung berusaha mengambil inisiatif serangan demi mengejar defisit lima gol.
Namun Vissel Kobe tampil disiplin dan mampu meredam sejumlah peluang yang diciptakan tuan rumah.
Pertandingan sempat mengalami perubahan ritme ketika Vissel Kobe melakukan pergantian pemain lebih cepat dari biasanya.
Yuya Kuwasaki harus ditarik keluar pada menit ke-24 dan digantikan oleh Mitsuki Hidaka.
Meski kedua tim beberapa kali menciptakan peluang, skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih Kashima melakukan langkah berani dengan memasukkan Gaku Shibasaki dan Haruki Hayashi pada menit ke-62.
Keputusan tersebut langsung memberikan dampak signifikan terhadap permainan tuan rumah.
Serangan Kashima menjadi lebih hidup dan mampu memberikan tekanan konstan ke lini pertahanan Vissel Kobe.
Gol yang ditunggu akhirnya hadir pada menit ke-67.
Gaku Shibasaki mengirimkan umpan terukur yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Haruki Hayashi untuk membawa Kashima unggul 1-0.
Atmosfer stadion semakin bergelora ketika hanya dua menit kemudian Kashima kembali mencetak gol.
Kali ini bek kiri Koki Anzai mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan assist Leonardo de Sousa Pereira pada menit ke-69.
Keunggulan 2-0 membuat Kashima terus menekan hingga akhir pertandingan, tetapi mereka gagal menambah gol yang dibutuhkan untuk memperkecil selisih agregat secara signifikan.
Secara statistik, Kashima tampil lebih dominan dibandingkan tim tamu.
Mereka menguasai bola sebesar 54 persen berbanding 46 persen milik Vissel Kobe.
Dari sisi peluang, Kashima melepaskan 16 tembakan dengan sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Sebaliknya, Vissel Kobe hanya mampu mencatatkan tujuh percobaan dengan dua tembakan tepat sasaran.
Kiper Vissel Kobe bahkan dipaksa melakukan tujuh penyelamatan sepanjang pertandingan, menunjukkan betapa intensnya tekanan yang diberikan tuan rumah.
Namun keunggulan besar yang telah diraih pada leg pertama membuat Vissel Kobe mampu bermain lebih tenang dan fokus menjaga agregat hingga peluit panjang berbunyi.
Keberhasilan meraih gelar J1 League 100 Year Vision League 2026 semakin menegaskan status Vissel Kobe sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Jepang saat ini.
Kemenangan telak 5-0 pada leg pertama menjadi faktor pembeda dalam duel final dua leg tersebut.
Meski kalah di leg kedua, mereka tetap berhasil mengangkat trofi berkat keunggulan agregat yang nyaman.
Dalam lima pertemuan terakhir kedua tim, Vissel Kobe juga menunjukkan catatan yang lebih baik dibandingkan Kashima Antlers.
Dominasi tersebut menjadi bukti konsistensi mereka dalam beberapa musim terakhir.
Bagi Kashima Antlers, hasil ini tentu menjadi bahan evaluasi besar, terutama terkait performa buruk pada leg pertama yang pada akhirnya menentukan nasib mereka di final.
Meski gagal menjadi juara, kemenangan 2-0 pada leg kedua menunjukkan bahwa Kashima masih memiliki fondasi kuat untuk kembali bersaing pada musim berikutnya.
Sementara itu, Vissel Kobe kini dapat merayakan gelar juara dengan penuh kebanggaan setelah berhasil melewati final dengan agregat meyakinkan dan mempertahankan performa impresif mereka sepanjang kompetisi.

