Aljazair Kejutkan Belanda Jelang Piala Dunia 2026, Menang Tipis di Rotterdam

SulawesiPos.com – Timnas Aljazair menorehkan hasil positif dalam laga pemanasan menuju Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belanda dengan skor 1-0 di Stadion Feijenoord, Rotterdam, Kamis (4/6/2026) dini hari WIB.

Meski berstatus tim tamu dan lebih banyak berada di bawah tekanan, Aljazair mampu memanfaatkan peluang terbaik yang mereka dapatkan.

Gol semata wayang yang dicetak Anis Hadj Moussa pada menit ke-86 menjadi penentu kemenangan tim asuhan Vladimir Petkovic.

Sejak awal pertandingan, Belanda tampil agresif dan mendominasi penguasaan bola.

Skuad asuhan Ronald Koeman berupaya membongkar pertahanan lawan melalui serangan yang dibangun Cody Gakpo, Donyell Malen, serta debutan Crysencio Summerville.

Peluang emas pertama Oranje tercipta saat laga baru berjalan delapan menit.

Tijjani Reijnders mengirim umpan matang kepada Malen yang berada dalam posisi bebas. Namun penyelesaian akhir sang penyerang hanya membentur tiang gawang.

Tak lama berselang, publik tuan rumah sempat bersorak ketika Reijnders berhasil mencetak gol.

BACA JUGA:  Esposito Jadi Pembeda, Italia Taklukkan Luxembourg dalam Laga Uji Coba

Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut setelah pemeriksaan menunjukkan Summerville lebih dulu berada dalam posisi offside saat proses serangan berlangsung.

Luca Zidane Jadi Tembok Kokoh Aljazair

Dominasi Belanda terus berlanjut sepanjang babak pertama. Ryan Gravenberch, Reijnders, hingga Gakpo silih berganti mengancam gawang Aljazair.

Namun seluruh peluang itu mampu digagalkan oleh penampilan impresif kiper Luca Zidane.

Putra legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, tersebut tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting yang membuat gawang Aljazair tetap aman.

Sementara itu, Aljazair lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat. Kesempatan terbaik mereka pada babak pertama lahir melalui kerja sama Riyad Mahrez dan Mohamed Amoura.

Namun peluang tersebut gagal berbuah gol setelah tembakan Amoura melenceng dari sasaran.

Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Hadj Moussa Hukum Kegagalan Belanda

Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain. Belanda tetap mendominasi permainan dan berusaha mencari gol pembuka.

BACA JUGA:  Belanda Comeback! Kalahkan Norwegia 2-1 Lewat Gol Reijnders

Donyell Malen kembali memperoleh kesempatan emas pada awal babak kedua, tetapi penyelesaiannya belum mampu menemui target.

Justin Kluivert yang masuk sebagai pemain pengganti juga hampir membawa Belanda unggul melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Namun lagi-lagi Luca Zidane tampil sigap mengamankan gawangnya.

Memasuki menit-menit akhir, intensitas pertandingan mulai menurun akibat banyaknya rotasi pemain.

Saat Belanda terus berupaya menekan, Aljazair justru berhasil mencuri momentum.

Empat menit sebelum waktu normal berakhir, Nabil Bentaleb mengirim umpan panjang ke sisi kanan lapangan.

Bola diterima Anis Hadj Moussa yang kemudian melakukan penetrasi ke area pertahanan Belanda.

Winger Feyenoord tersebut melewati hadangan Jorrel Hato sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut atas gawang.

Robin Roefs tak mampu menjangkau bola dan Aljazair pun unggul 1-0.

Belanda mencoba membalas pada sisa waktu yang ada, tetapi pertahanan Aljazair tampil disiplin hingga peluit akhir dibunyikan.

SulawesiPos.com – Timnas Aljazair menorehkan hasil positif dalam laga pemanasan menuju Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belanda dengan skor 1-0 di Stadion Feijenoord, Rotterdam, Kamis (4/6/2026) dini hari WIB.

Meski berstatus tim tamu dan lebih banyak berada di bawah tekanan, Aljazair mampu memanfaatkan peluang terbaik yang mereka dapatkan.

Gol semata wayang yang dicetak Anis Hadj Moussa pada menit ke-86 menjadi penentu kemenangan tim asuhan Vladimir Petkovic.

Sejak awal pertandingan, Belanda tampil agresif dan mendominasi penguasaan bola.

Skuad asuhan Ronald Koeman berupaya membongkar pertahanan lawan melalui serangan yang dibangun Cody Gakpo, Donyell Malen, serta debutan Crysencio Summerville.

Peluang emas pertama Oranje tercipta saat laga baru berjalan delapan menit.

Tijjani Reijnders mengirim umpan matang kepada Malen yang berada dalam posisi bebas. Namun penyelesaian akhir sang penyerang hanya membentur tiang gawang.

Tak lama berselang, publik tuan rumah sempat bersorak ketika Reijnders berhasil mencetak gol.

BACA JUGA:  Menjelajah Fort Rotterdam, Benteng Bersejarah di Jantung Kota Makassar

Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut setelah pemeriksaan menunjukkan Summerville lebih dulu berada dalam posisi offside saat proses serangan berlangsung.

Luca Zidane Jadi Tembok Kokoh Aljazair

Dominasi Belanda terus berlanjut sepanjang babak pertama. Ryan Gravenberch, Reijnders, hingga Gakpo silih berganti mengancam gawang Aljazair.

Namun seluruh peluang itu mampu digagalkan oleh penampilan impresif kiper Luca Zidane.

Putra legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, tersebut tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting yang membuat gawang Aljazair tetap aman.

Sementara itu, Aljazair lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat. Kesempatan terbaik mereka pada babak pertama lahir melalui kerja sama Riyad Mahrez dan Mohamed Amoura.

Namun peluang tersebut gagal berbuah gol setelah tembakan Amoura melenceng dari sasaran.

Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Hadj Moussa Hukum Kegagalan Belanda

Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain. Belanda tetap mendominasi permainan dan berusaha mencari gol pembuka.

BACA JUGA:  Niat Pensiun Mengejutkan Noussair Mazraoui: Dari Lapangan Hijau Menuju Masjid

Donyell Malen kembali memperoleh kesempatan emas pada awal babak kedua, tetapi penyelesaiannya belum mampu menemui target.

Justin Kluivert yang masuk sebagai pemain pengganti juga hampir membawa Belanda unggul melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Namun lagi-lagi Luca Zidane tampil sigap mengamankan gawangnya.

Memasuki menit-menit akhir, intensitas pertandingan mulai menurun akibat banyaknya rotasi pemain.

Saat Belanda terus berupaya menekan, Aljazair justru berhasil mencuri momentum.

Empat menit sebelum waktu normal berakhir, Nabil Bentaleb mengirim umpan panjang ke sisi kanan lapangan.

Bola diterima Anis Hadj Moussa yang kemudian melakukan penetrasi ke area pertahanan Belanda.

Winger Feyenoord tersebut melewati hadangan Jorrel Hato sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut atas gawang.

Robin Roefs tak mampu menjangkau bola dan Aljazair pun unggul 1-0.

Belanda mencoba membalas pada sisa waktu yang ada, tetapi pertahanan Aljazair tampil disiplin hingga peluit akhir dibunyikan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru