Manajer Inggris Thomas Tuchel resmi mengumumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 per Mei 2026. dok/tangkapanlayar
SulawesiPos.com — Manajer anyar Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel, secara resmi telah menetapkan 26 pemain Three Lions yang akan terbang ke Amerika Utara untuk bertarung di ajang bergengsi Piala Dunia FIFA 2026.
Pengumuman resmi yang dirilis menjelang akhir Mei ini langsung memicu perbincangan hangat dan perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola dunia.
Bukan tanpa alasan, Tuchel mengambil langkah berani dengan menerapkan kebijakan berbasis performa terkini (current form) di level klub.
Secara radikal, pelatih asal Jerman tersebut mencoret sejumlah megabintang yang selama ini menjadi langganan timnas, demi memberikan tempat bagi pemain yang sedang berada di puncak performanya.
Berdasarkan laporan dari media terkemuka Inggris seperti The Guardian dan analisis mendalam BBC Sport, beberapa nama besar yang harus merelakan mimpi mereka di Piala Dunia tahun ini antara lain:
Phil Foden & Cole Palmer: Dua kreator serangan papan atas ini secara mengejutkan dicoret oleh Tuchel. Penurunan menit bermain serta inkonsistensi performa di level klub musim ini membuat posisi nomor 10 mereka direbut oleh pemain lain.
Perombakan Lini Belakang: Akibat faktor kebugaran, cedera, serta pertimbangan skema taktis baru, nama-nama beken seperti Trent Alexander-Arnold, Harry Maguire, dan Luke Shaw dipastikan tidak ikut masuk ke dalam rombongan pesawat menuju Amerika Serikat.
Berikut adalah rincian lini per lini dari kedalaman skuad Three Lions yang didaftarkan ke FIFA:
Langkah awal pembuktian taktik Thomas Tuchel di turnamen akbar ini akan langsung diuji di babak penyisihan grup.
Tergabung di Grup L, Inggris dijadwalkan memulai laga pembuka yang sengit melawan Kroasia pada 17 Juni 2026 di Dallas, Amerika Serikat.
Setelah itu, Three Lions akan melanjutkan perjuangan mereka menghadapi tantangan dari Ghana dan Panama.
Para pendukung setia kini dapat memantau perkembangan harian kondisi fisik pemain serta berita internal tim secara langsung melalui platform resmi England Football.
Apakah keputusan radikal Tuchel ini akan berbuah trofi emas, atau justru menjadi blunder besar? Publik akan segera melihat jawabannya di lapangan hijau.