Mantan Pemain Manchester United, Aaron Wan-Bissaka dan Axel Tuanzebe yang beralih membela Timnas Kongo hingga sukses lolos ke Piala Dunia 2026. Dok/axeltuanzebe
SulawesiPos.com – Perjalanan karier dua pemain berdarah Afrika ini menjadi salah satu kisah paling emosional dalam sepak bola modern.
Aaron Wan-Bissaka dan Axel Tuanzebe sempat berharap besar bisa bersinar bersama Timnas Inggris.
Namun kenyataan berkata lain.
Kesempatan yang tak kunjung datang membuat keduanya harus menghadapi realita pahit: tersisih dari skuad utama.
Alih-alih menyerah, mereka memilih jalan berbeda—kembali ke akar mereka, membela Timnas Republik Demokratik Kongo.
Keputusan untuk berganti kewarganegaraan bukan hal mudah.
Ada tekanan, kritik, hingga keraguan dari publik.
Namun pada akhirnya, Wan-Bissaka dan Tuanzebe mengambil langkah berani.
Mereka mengunjungi tanah leluhur, menjalani proses naturalisasi, dan secara resmi menjadi bagian dari skuad Kongo.
Langkah ini bukan hanya soal sepak bola—tetapi juga identitas, kebanggaan, dan kesempatan kedua.
Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk memberikan dampak besar.
Dengan pengalaman bermain di kompetisi elite Eropa, mereka langsung menjadi tulang punggung tim.
Kombinasi kekuatan fisik, disiplin, dan pengalaman membuat Kongo tampil mengejutkan di babak kualifikasi.
Puncaknya terjadi saat Kongo menghadapi Jamaika di laga final play-off.
Dalam pertandingan penuh tensi tinggi, Kongo berhasil keluar sebagai pemenang.
Ini adalah simbol bahwa kesempatan kedua bisa mengubah segalanya.
Wan-Bissaka yang dikenal dengan tekel bersihnya, serta Tuanzebe dengan ketenangan di lini belakang, kini menjadi pahlawan baru bagi Kongo.
Dari yang sebelumnya “tak masuk rencana” di Inggris, kini mereka justru mencetak sejarah di panggung dunia.
Cerita ini juga menjadi pelajaran penting bagi banyak pemain diaspora di seluruh dunia.
Bahwa:
Fenomena ini semakin sering terjadi dalam sepak bola global, di mana pemain memilih membela negara leluhur demi mendapatkan peluang bermain yang lebih besar.
Dengan skuad yang kini diperkuat pemain-pemain berpengalaman dari Eropa, Timnas Republik Demokratik Kongo berpotensi menjadi kejutan di Piala Dunia 2026.
Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin mereka menjadi “kuda hitam” yang merepotkan tim-tim besar.
Dan di balik itu semua, ada dua nama yang akan selalu diingat Wan-Bissaka & Tuanzebe.
Kisah Aaron Wan-Bissaka dan Axel Tuanzebe membuktikan bahwa dalam sepak bola dan hidup jalan memutar sering kali justru membawa kita ke tujuan yang lebih besar.
Piala Dunia 2026 bukan hanya panggung bagi Kongo, tapi juga panggung pembuktian bagi dua pemain yang pernah diragukan.