Arsenal menghadapi Bayer Leverkusen pada leg kedua Liga Champions di stadion Emirates. dok/Arsenal
SulawesiPos.com – Stadion Emirates bersiap menjadi panggung “perang saraf” tingkat tinggi saat Arsenal menjamu Bayer Leverkusen dalam leg kedua babak gugur Liga Champions.
Ini bukan sekadar laga perebutan tiket perempat final, melainkan pembuktian kedalaman skuad Mikel Arteta di titik paling krusial musim ini.
Kabar buruk menghantam kubu The Gunners.
Sang jenderal lapangan tengah, Martin Ødegaard, dipastikan absen bersama Jurriën Timber.
Kehilangan Odegaard adalah lubang besar dalam kreativitas serangan Arsenal, namun kembalinya Leandro Trossard memberikan sedikit napas lega bagi lini depan Meriam London.
Mikel Arteta menyadari bahwa Leverkusen asuhan Kasper Hjulmand adalah mesin yang sangat terstruktur.
Berkaca pada performa impresif Leverkusen saat menahan imbang Bayern Munchen akhir pekan lalu, Arteta tahu timnya tidak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun.
“Banyak faktor yang akan menentukan langkah kami ke perempat final. Kami butuh setiap elemen memihak kami, terutama atmosfer di depan pendukung sendiri,” ujar Arteta dengan nada optimistis.
Bagi Riccardo Calafiori, bek muda yang sedang naik daun, momen ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan.
Ia menegaskan bahwa inilah bagian terbaik dari musim ini, di mana kerja keras berbulan-bulan dipertaruhkan dalam 90 menit yang menentukan.
Di kubu tim tamu, Kasper Hjulmand datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Ia secara terang-terangan menyatakan ambisinya untuk mendominasi permainan di London, persis seperti yang mereka lakukan di leg pertama.
“Kami tidak memberikan mereka banyak peluang di pertemuan pertama. Kami akan mencoba untuk tetap dominan di leg kedua ini,” tegas Hjulmand.
Kekuatan mental Leverkusen juga ditegaskan oleh Exequiel Palacios.
Gelandang petarung ini menjanjikan energi dan gairah tinggi untuk memastikan klub asal Jerman tersebut terus melaju lebih jauh di kompetisi antarklub kasta tertinggi Eropa ini.
Tanpa Odegaard, Arsenal diprediksi akan mengubah pendekatan mereka dari permainan kreatif di tengah menjadi serangan sayap yang lebih eksplosif.
Berikut poin kunci yang patut diperhatikan:
Laga ini akan menjadi ajang pembuktian: apakah kolektivitas Arsenal mampu menutupi hilangnya sang kapten, ataukah disiplin taktik Leverkusen yang akan membungkam publik London Utara?