Leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Atlanta vs Bayern Munchen di Stadion Bergamo. dok/atlanta
SulawesiPos.com – Panggung megah babak 16 besar Liga Champions akan menyajikan duel panas antara wakil Italia, Atalanta, melawan raksasa Jerman, Bayern Munchen.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiket perempat final, melainkan sebuah ajang pembuktian taktik dan penuntasan dendam masa lalu.
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, menyambut laga ini dengan antusiasme tinggi.
Baginya, menghadapi salah satu tim terkuat di dunia adalah momen ajaib yang sudah lama dinantikan publik Bergamo.
“Ini akan menjadi malam yang ajaib bagi kami. Bermimpi itu untuk dialami, bukan sekadar dibayangkan. Kami ingin menikmati laga ini sepenuhnya dan memberikan kesulitan bagi Bayern,” ujar Palladino.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan suporter di kandang akan menjadi kunci, merujuk pada performa impresif mereka saat menumbangkan Borussia Dortmund sebelumnya.
Di kubu tim tamu, Vincent Kompany menunjukkan rasa hormat yang besar terhadap gaya main agresif Atalanta.
Pelatih Bayern tersebut melihat adanya kemiripan antara skema Atalanta dengan tantangan yang mereka hadapi di Bundesliga.
“Mereka adalah tim yang secara fisik sangat kuat. Cara Atalanta melakukan pressing telah mengesankan dunia selama bertahun-tahun. Tidak ada yang boleh meremehkan mereka,” tegas Kompany.
Terkait tekanan di fase gugur, Kompany tetap tenang.
“Saya tidak pernah melihat ini sebagai tekanan. Saya mencintai periode di mana kita harus bekerja keras untuk mengambil peluang. Kami ingin melaju jauh,” tambahnya.
Kabar baik bagi fans Die Roten, Harry Kane telah kembali berlatih.
Namun, Kompany masih akan memantau kondisi sang striker hingga menit terakhir sebelum kick-off.
Selain itu, sorotan tertuju pada kiper muda Jonas Urbig. Rekan setimnya, Josip Stanišić, memberikan pujian setinggi langit.
“Jonas telah mengambil langkah besar. Dia kiper luar biasa. Meski Manuel [Neuer] selalu memberikan aura berbeda bagi lawan, bagi kami sebagai tim, Jonas memberikan keamanan yang sama,” ungkap Stanisic.
Bagi Josip Stanišić, laga ini sangat personal.
Ia masih ingat betul bagaimana ia kalah di final Liga Europa 2024 dari Atalanta saat masih berseragam Leverkusen.
Kehebatan Ademola Lookman kala itu masih membekas di ingatannya.
“Kami bermain buruk dan mereka menghukum kami. Lookman menjalani hari yang luar biasa. Pesan saya jelas: Saya tidak ingin kalah lagi dari Atalanta,” pungkas bek serba bisa tersebut.
Atalanta (3-4-2-1): Carnesecchi; Djimsiti, Hien, Kolasinac; Bellanova, De Roon, Ederson, Ruggeri; Pasalic, Lookman; De Ketelaere.
Pelatih: Raffaele Palladino
Bayern Munchen (4-2-3-1): Urbig; Stanisic, Upamecano, Kim, Guerreiro; Kimmich, Pavlovic; Sane, Musiala, Olise; Kane (Doubt).
Pelatih: Vincent Kompany