Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha pada konferensi pers jelang pertandingan vs Persita Tangerang di Stadion BJ. Habibie. Dok/psm_makassar
SulawesiPos.com, Parepare — Konferensi pers jelang duel panas antara PSM Makassar dan Persita Tangerang menghadirkan tensi tinggi.
Laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 ini bukan sekadar pertandingan biasa ini soal harga diri dan momentum kebangkitan.
Bertempat jelang laga di Parepare, kedua pelatih membeberkan kesiapan tim masing-masing.
Atmosfer pertandingan diprediksi membara.
Pelatih PSM, Tomas Trucha, secara terbuka mengakui timnya tengah berada dalam situasi sulit usai menelan tiga kekalahan beruntun.
Kondisi ini membuat Juku Eja terlempar dari persaingan papan atas.
“Kami harus bangkit. Tidak ada pilihan lain selain menang,” tegas Trucha.
PSM dipastikan tidak turun dengan kekuatan penuh karena beberapa pemain inti harus absen.
Meski begitu, sang pelatih menegaskan skema alternatif sudah disiapkan demi mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Di kubu lawan, Persita Tangerang melihat laga ini sebagai peluang emas memperbaiki posisi klasemen.
Tim berjuluk Pendekar Cisadane itu bertekad menghapus rekor minor saat bertandang ke markas PSM.
Pelatih Persita menilai tekanan justru ada di pihak tuan rumah.
Ia memastikan timnya datang bukan sekadar bertahan, melainkan membawa ambisi mencuri poin penuh.
PSM wajib memaksimalkan faktor kandang jika ingin keluar dari tren negatif.
Sementara Persita berpotensi memanfaatkan tekanan mental tuan rumah untuk mencuri momentum.
Pertanyaannya: apakah Juku Eja benar-benar bangkit, atau justru Pendekar Cisadane yang menciptakan kejutan?
Laga ini layak dinantikan.