SulawesiPos.com, Bali — Bali United kembali menelan hasil pahit setelah takluk 0-1 dari Persija Jakarta dalam pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Gol cepat Gustavo pada menit ke-8 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat tersebut.
Pertandingan bahkan sempat terhenti di penghujung babak kedua akibat flare yang dinyalakan dari tribun penonton.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Serdadu Tridatu menjadi tiga kali tumbang secara beruntun.
Sebelumnya, Bali United lebih dulu kalah saat bertandang ke markas Persik Kediri, lalu kembali kehilangan poin ketika menghadapi Persebaya Surabaya di kandang.
Hasil buruk di Kediri menjadi titik awal penurunan performa Bali United.
Bermain di kandang lawan, mereka gagal mengatasi tekanan dan harus pulang tanpa membawa angka.
Kekalahan itu sempat dianggap sebagai hasil minor yang bisa segera diperbaiki, namun kenyataannya tren negatif terus berlanjut.
Saat menjamu Persebaya, Bali United sebenarnya tampil cukup dominan dan agresif.
Namun lemahnya penyelesaian akhir serta kurang solidnya koordinasi lini belakang membuat mereka kembali harus mengakui keunggulan lawan.
Sorotan terhadap konsistensi permainan pun mulai mengemuka.
Puncak kekecewaan terjadi saat menghadapi Persija.
Bermain di hadapan publik sendiri, Bali United mendominasi sejumlah fase pertandingan, tetapi tak mampu memaksimalkan peluang.
Disiplin dan rapatnya pertahanan tim tamu membuat setiap upaya tuan rumah selalu kandas sebelum menghasilkan gol penyeimbang.
Memasuki menit ke-85, suasana yang sudah panas semakin memuncak.
Asap tebal dari flare di tribun mengganggu jarak pandang pemain dan ofisial.
Wasit pun menghentikan pertandingan sementara demi menjaga keselamatan hingga kondisi kembali kondusif.
Insiden tersebut semakin menambah dramatis jalannya laga yang sejak awal berlangsung dalam tensi tinggi.
Tiga kekalahan beruntun ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih Bali United.
Evaluasi menyeluruh, khususnya di sektor pertahanan dan efektivitas lini depan, menjadi hal mendesak agar tren negatif tidak berlarut-larut.
Jika tidak segera bangkit, posisi mereka di klasemen berpotensi terus turun ke papan bawah.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi Persija dalam persaingan papan atas.