Overview
SulawesiPos.com — Bek kiri andalan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menegaskan kebanggaannya setelah mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang merumput di kasta tertinggi sepak bola Prancis, Ligue 1.
Bersama Lille OSC, Verdonk merasakan atmosfer kompetisi yang menurutnya berada di level yang jauh berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya di Belanda.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Goal.com, Verdonk menyebut pencapaiannya sebagai sebuah kebanggaan besar, bukan hanya secara pribadi, tetapi juga untuk Indonesia.
Ia menyadari statusnya sebagai pemain Indonesia pertama di Ligue 1 membawa tanggung jawab moral untuk menunjukkan bahwa talenta Tanah Air mampu bersaing di panggung tertinggi Eropa.
“Ini membuat saya bangga. Saya adalah pemain Indonesia pertama di Ligue 1. Tentu perasaan itu membanggakan, dan saya berharap bisa menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa mereka juga bisa mencapai level tertinggi,” ungkap Verdonk.
Sebelum hijrah ke Prancis, Verdonk memperkuat NEC Nijmegen di kompetisi Eredivisie.
Namun, ia secara terbuka mengakui bahwa membandingkan NEC dengan Lille bukanlah hal yang tepat.
Menurutnya, perbedaan kualitas tim, kedalaman skuad, hingga level kompetisi membuat kedua klub tersebut berada dalam konteks yang berbeda.
Lille, yang rutin bersaing di papan atas Ligue 1 dan kerap tampil di kompetisi Eropa, dinilai memiliki standar permainan yang jauh lebih tinggi.
“Saya rasa Anda tidak bisa membandingkan NEC dengan Lille. Perbedaannya sangat besar. Lille adalah tim yang lebih besar, saya bermain dengan pemain yang kualitasnya sangat tinggi, dan liganya juga berada di level yang berbeda,” jelasnya.
Verdonk juga mengaku sangat menikmati atmosfer di Lille.
Ia merasa lingkungan klub mendukung perkembangan kariernya, baik dari sisi profesional maupun personal.
Baginya, bermain di Ligue 1 bukan sekadar tantangan baru, tetapi juga kesempatan untuk menguji batas kemampuannya sendiri.
Kompetisi Ligue 1 dikenal memiliki intensitas tinggi, kekuatan fisik yang dominan, serta kualitas teknis pemain yang mumpuni.
Verdonk menyebut setiap pertandingan menuntut konsistensi dan fokus penuh sepanjang 90 menit.
Ia merasakan bahwa tempo permainan di Prancis lebih cepat dan lebih keras dibandingkan yang ia alami sebelumnya di Belanda.
Hal tersebut memaksanya untuk terus meningkatkan kemampuan bertahan, positioning, serta kontribusi saat membantu serangan.
Meski demikian, Verdonk mengaku tidak memiliki keluhan.
Ia justru merasa tertantang dan menikmati proses adaptasi tersebut.
Lingkungan tim yang solid dan profesional membuatnya cepat menyatu dengan skuad Lille.
“Kalau melihat tim-tim di sini dan kualitas para pemainnya, semuanya sangat bagus dan berada di level yang sangat tinggi. Saya benar-benar menyukainya di sini. Rasanya seperti keluarga, orang-orangnya baik, dan semua fasilitas tersedia,” ujarnya.
Lebih jauh, Verdonk berharap langkahnya bisa membuka jalan bagi lebih banyak pemain Indonesia untuk berkarier di Eropa, khususnya di liga-liga top.
Ia percaya bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan mentalitas yang kuat, pemain Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di level tertinggi.
Kehadiran Verdonk di Ligue 1 juga menjadi sorotan publik sepak bola nasional.
Banyak yang menilai pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam perkembangan pemain Indonesia di kancah internasional.
Sebagai bagian dari skuad Timnas Indonesia, pengalaman Verdonk di liga elite Eropa diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi performa tim nasional.
Pengalaman menghadapi pemain-pemain kelas dunia tentu menjadi modal berharga saat membela Merah Putih di ajang internasional.
Dengan usia yang masih produktif dan kesempatan bermain di kompetisi papan atas, perjalanan karier Calvin Verdonk bersama Lille masih panjang.
Tantangan besar telah menantinya, tetapi satu hal yang pasti: ia telah menorehkan sejarah dan membuka babak baru bagi sepak bola Indonesia di Eropa.