Overview
SulawesiPos.com, Manchester – Di koridor bursa transfer yang penuh spekulasi, satu nama mulai mencuat sebagai prioritas rahasia Manchester United: Kenan Yildiz.
Pemain muda sensasional milik Juventus ini disebut-sebut menjadi kepingan terakhir yang dicari manajemen Setan Merah untuk menghidupkan kembali kreativitas di sektor sayap kiri.
Namun, ambisi ini bukan tanpa hambatan.
Harga selangit dan syarat prestasi menjadi dinding tebal yang harus dilalui oleh klub penghuni Old Trafford tersebut.
Bukan rahasia lagi jika lini depan United membutuhkan penyegaran yang lebih dari sekadar “nama besar”.
Berdasarkan laporan internal, Kenan Yildiz dipandang sebagai profil pemain yang langka.
Berikut adalah alasan mengapa United begitu berhasrat:
Juventus dilaporkan telah memasang label harga sebesar €100 juta.
Angka ini bukan sekadar nilai pasar, melainkan “pagar” agar klub-klub lain tidak sembarangan mendekat.
Bagi Manchester United, menebus angka tersebut memerlukan fondasi finansial yang kokoh.
Tiket menuju UEFA Champions League (UCL) musim depan menjadi syarat mutlak.
Tanpa pendapatan dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut, regulasi Profit and Sustainability Rules (PSR) akan membuat United sulit bergerak bebas di lantai bursa.
“Transfer sebesar ini bukan hanya soal keinginan manajer, tapi soal stabilitas neraca keuangan klub. Kelolosan ke Liga Champions adalah nafas bagi rencana ini,” tulis laporan dari Give Me Sport.
Di Turin, Kenan Yildiz bukan sekadar pemain biasa.
Ia dianggap sebagai pewaris nomor punggung keramat dan wajah masa depan I Bianconeri.
Juventus tidak memiliki urgensi untuk menjual, kecuali ada tawaran yang benar-benar tidak masuk akal secara finansial yang dapat membantu mereka menyeimbangkan pembukuan klub sendiri.
Perburuan Kenan Yildiz akan menjadi ujian bagi keseriusan manajemen baru United di bawah kendali INEOS.
Apakah mereka berani berjudi dengan harga sembilan digit untuk talenta muda, atau justru akan beralih ke target yang lebih pragmatis? Satu yang pasti, masa depan Yildiz kini menjadi barometer ambisi Manchester United di panggung Eropa.