Overview
SulawesiPos.com — Di tengah gemerlap sejarah dan prestasi Manchester United, Old Trafford untuk sejenak bertransformasi menjadi ruang spiritual.
Komunitas Muslim Manchester United (MUMSC) menggelar iftar bersama sebagai bagian dari agenda tahunan mereka selama bulan suci Ramadan.
Acara ini menjadi edisi lanjutan setelah pelaksanaan perdana sebelumnya mendapat respons sangat positif.
Dengan latar stadion yang biasanya bergemuruh oleh sorak-sorai penonton, suasana kali ini justru diwarnai ketenangan, doa, dan kebersamaan.
Nilai religius acara semakin terasa dengan kehadiran Ibrahim Idris, qori internasional yang dikenal luas di dunia Islam.
Sosok yang akrab disapa Ibi Idris itu dipercaya memimpin lantunan ayat suci Al-Qur’an, mengumandangkan azan Magrib, sekaligus menjadi imam salat berjemaah.
Suara merdu Ibrahim Idris yang menggema di area Old Trafford menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para peserta.
Banyak anggota komunitas menyebut momen tersebut sebagai salah satu pengalaman Ramadan paling berkesan dalam hidup mereka.
Berbeda dari acara publik berskala besar, iftar ini digelar secara terbatas dan khusus untuk anggota MUMSC.
Panitia menerapkan sistem undangan dengan kuota tertentu demi menjaga kekhusyukan serta kenyamanan bersama.
Konsep eksklusif tersebut justru membuat suasana terasa lebih hangat.
Para peserta dapat saling berinteraksi, berbagi cerita, dan mempererat persaudaraan sebagai sesama Muslim sekaligus pendukung Manchester United.
Yang tak kalah menarik, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah staf serta perwakilan pemain akademi Manchester United.
Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat dukungan klub terhadap nilai keberagaman dan inklusivitas.
Manchester United selama ini dikenal sebagai klub dengan basis penggemar global dari berbagai latar belakang.
Melalui dukungan terhadap acara seperti ini, klub menunjukkan komitmen untuk merangkul seluruh komunitas suporternya tanpa memandang perbedaan.
Iftar di Old Trafford bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga simbol penting dalam dunia olahraga modern.
Sepak bola kembali membuktikan kemampuannya menjadi jembatan antarbudaya dan antariman.
Di tengah isu sosial yang kerap memecah belah, kegiatan ini menghadirkan pesan kuat tentang persatuan.
Stadion yang biasanya identik dengan rivalitas kini menjadi ruang refleksi dan kebersamaan.
Komunitas MUMSC berharap tradisi iftar di Old Trafford dapat terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun mendatang.
Tidak menutup kemungkinan, kegiatan serupa akan melibatkan lebih banyak elemen komunitas dan menjadi inspirasi bagi klub-klub lain di Eropa.
Bagi para peserta, acara ini bukan hanya tentang berbuka puasa, tetapi juga tentang identitas, rasa memiliki, dan kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar Manchester United.