Overview
PSG tampil perkasa di Le Classique dengan menundukkan Marseille 5-0. Ousmane Dembélé mencuri perhatian lewat dua gol dan satu assist, sementara PSG menunjukkan dominasi penuh di Ligue 1.
SulawesiPos.com, Paris – Duel panas bertajuk Le Classique berakhir tanpa ampun.
Paris Saint-Germain menunjukkan supremasi absolut usai membantai rival abadi mereka, Olympique Marseille, dengan skor telak 5-0 pada lanjutan Ligue 1 Prancis pekan ke-21, Senin (9/2/2026) dini hari WIB.
Bermain di Parc des Princes, PSG tampil dominan sejak menit awal dan sama sekali tak memberi ruang bagi Marseille untuk berkembang.
Intensitas tinggi, pergerakan cepat antarlini, serta efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda mencolok dalam laga ini.
PSG membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat Ousmane Dembélé yang memanfaatkan umpan terukur dari Nuno Mendes.
Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri.
Tekanan beruntun kembali membuahkan hasil pada menit ke-37 ketika Dembélé mencetak gol keduanya, kali ini setelah menerima assist dari Senny Mayulu.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-0 untuk PSG, sementara Marseille terlihat kesulitan keluar dari tekanan dan sering kehilangan bola di area sendiri.
Memasuki babak kedua, petaka Marseille semakin menjadi.
Pada menit ke-64, bek Marseille, F. Medina salah mengantisipasi bola dan justru mencetak gol bunuh diri yang membuat PSG menjauh 3-0.
Hanya dua menit berselang, Khvicha Kvaratskhelia ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan umpan matang dari Dembélé.
Skor berubah menjadi 4-0, dan stadion bergemuruh.
Pesta gol PSG ditutup oleh Lee Kang-In pada menit ke-74.
Masuk sebagai pemain pengganti, gelandang asal Korea Selatan itu mencetak gol indah setelah menerima assist dari Mayulu, memastikan kemenangan telak 5-0.
Sepanjang laga, Marseille gagal menunjukkan perlawanan berarti. Transisi lambat, koordinasi lini belakang yang rapuh, serta minimnya peluang bersih membuat tim tamu tak mampu mencetak satu gol pun.
Sebaliknya, PSG tampil solid di semua lini. Variasi serangan dari sayap, kombinasi cepat di lini tengah, serta kedalaman skuad yang kuat menjadi sinyal jelas bahwa Les Parisiens masih menjadi kandidat utama juara Ligue 1 musim ini.
Kemenangan besar ini bukan hanya bernilai tiga poin, tetapi juga menjadi pernyataan dominasi PSG atas Marseille dalam rivalitas paling panas di sepak bola Prancis.