Overview
SulawesiPos.com, Sleman – PSM Makassar meraih kemenangan krusial saat bertandang ke markas PSBS Biak pada lanjutan Indonesia Super League 2025/2026 pekan ke-20, Minggu (8/2/2026) di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Bermain di bawah tekanan tuan rumah, Pasukan Ramang sukses membawa pulang tiga poin usai menang dengan skor 2-1.
Hasil ini menjadi angin segar bagi PSM Makassar yang tengah berjuang keluar dari papan bawah klasemen.
Tambahan poin membuat Juku Eja kini semakin menjauh dari zona degradasi dan naik ke posisi lebih aman.
Sejak menit awal, PSBS Biak tampil agresif dengan umpan-umpan terobosan yang berbahaya.
Namun PSM Makassar bermain lebih disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Gol pembuka akhirnya tercipta di menit ke-43 melalui Rizky Eka, yang memanfaatkan celah di lini belakang PSBS untuk membawa PSM unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. PSBS berupaya menyamakan kedudukan, tetapi justru kembali kebobolan pada menit ke-54.
Gledson mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Yuran Fernandes, sekaligus menggandakan keunggulan PSM menjadi 2-0.
Tuan rumah baru mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-80 lewat gol R. Blanco.
PSBS sempat meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu, namun solidnya pertahanan PSM membuat skor 2-1 bertahan hingga laga usai.
Meski kalah, PSBS Biak sebenarnya unggul dalam penguasaan bola dengan 54 persen, berbanding 46 persen milik PSM Makassar.
PSBS juga mencatatkan 17 tembakan, namun hanya 4 yang mengarah ke gawang.
Sebaliknya, PSM tampil lebih efektif dengan 6 tembakan tepat sasaran dari total 10 percobaan.
Pertandingan ini juga diwarnai banyak pelanggaran.
PSBS menerima 1 kartu merah di menit-menit akhir laga, yang membuat peluang mereka untuk menyamakan skor semakin menipis.
Berkat kemenangan ini, PSM Makassar naik ke peringkat 13 klasemen sementara dengan 23 poin dari 20 pertandingan.
Sementara itu, PSBS Biak masih tertahan di posisi 15 dengan 17 poin dan kian terancam zona merah.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi PSM Makassar untuk menghadapi laga-laga berikutnya, sekaligus menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.