Overview
SulawesiPos.com, Makassar – Upaya PSM Makassar untuk keluar dari tekanan di papan bawah Liga 1 Indonesia kembali menemui jalan buntu.
Menjamu Semen Padang FC pada laga pekan ke-19, Senin malam, tim berjuluk Juku Eja hanya mampu mengamankan satu poin setelah pertandingan berakhir tanpa gol, 0-0.
Laga yang digelar di Stadion Gelora B.J. Habibie tersebut disiarkan langsung oleh Indosiar dan platform streaming Vidio, namun minim hiburan dari sisi produktivitas gol.
Sejak menit awal, kedua tim tampil dengan pendekatan yang sangat berhati-hati.
PSM Makassar berusaha mendominasi permainan lewat penguasaan bola yang rapi, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat Semen Padang.
Tim tamu memilih bermain lebih pragmatis.
Disiplin bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat, Semen Padang beberapa kali mampu merepotkan lini belakang tuan rumah, meski tak menghasilkan peluang bersih.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat.
Pergantian pemain dilakukan oleh kedua pelatih untuk memecah kebuntuan.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, solidnya pertahanan masing-masing tim membuat skor kacamata tak berubah.
Hasil imbang ini membuat posisi PSM Makassar belum beranjak dari papan bawah klasemen.
Hingga pekan ke-19, skuad asuhan Bernardo Tavares baru mengoleksi 20 poin dan tertahan di peringkat ke-13.
Rincian performa PSM sejauh ini:
Menang: 4 kali
Seri: 8 kali
Kalah: 7 kali
Produktivitas gol juga menjadi cerminan masalah utama tim. PSM mencetak 21 gol dan kebobolan 21 gol, mencatatkan selisih gol nol.
Sorotan terbesar tertuju pada performa PSM dalam enam pertandingan terakhir.
Juku Eja belum sekali pun meraih kemenangan, dengan catatan lima kekalahan beruntun dan satu hasil imbang.
Rentetan hasil tanpa kemenangan ini menjadi sinyal bahaya.
PSM kini hanya berjarak 8 poin dari zona degradasi yang ditempati Semen Padang di peringkat ke-16.
Kesenjangan poin PSM dengan pemuncak klasemen Persib Bandung semakin mencolok, terpaut 24 poin.
Bahkan untuk menembus empat besar dan zona Championship Series, PSM masih tertinggal 17 poin dari Malut United.
Secara defensif, PSM sebenarnya masih lebih baik dibanding beberapa tim lain yang sudah kebobolan hingga 40 gol.
Namun masalah krusial musim ini adalah kegagalan mengubah hasil imbang menjadi kemenangan.
Manajemen dan tim pelatih kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar.
Evaluasi strategi, khususnya di lini tengah dan penyelesaian akhir, menjadi kebutuhan mendesak jika PSM ingin menghindari musim yang semakin sulit.
Pendukung setia Juku Eja tentu berharap kebangkitan segera datang, agar performa impresif musim lalu tidak hanya menjadi kenangan.