Overview
SulawesiPos.com – Arsenal kembali diterpa kabar buruk di tengah ketatnya persaingan musim 2025/2026.
Klub asal London Utara tersebut secara resmi mengonfirmasi bahwa Mikel Merino harus menjalani operasi tulang kaki setelah mengalami cedera serius yang membuatnya dipastikan menepi dalam waktu lama.
Cedera tersebut dialami gelandang asal Spanyol itu saat Arsenal takluk 2-3 dari Manchester United dalam laga penting Premier League.
Merino mengalami masalah pada tulang kakinya setelah benturan keras di laga tersebut, yang sempat memaksanya ditarik keluar sebelum pertandingan berakhir.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk pemindaian mendetail oleh tim medis klub, Arsenal memastikan bahwa tindakan operasi menjadi satu-satunya opsi terbaik demi menjaga keberlanjutan karier sang pemain.
Dalam pernyataan resmi klub, Arsenal menyebutkan bahwa prosedur operasi akan dilakukan di London dalam waktu dekat.
Klub tidak merinci jenis cedera secara spesifik, namun cedera tulang kaki umumnya membutuhkan waktu pemulihan yang panjang dan tahapan rehabilitasi yang ketat.
Dengan mempertimbangkan durasi pemulihan pascaoperasi, Merino diperkirakan akan absen hingga akhir musim 2025/2026. Hal ini secara praktis mengakhiri musimnya lebih cepat bersama The Gunners.
Absennya Merino jelas menjadi kehilangan besar, mengingat perannya yang mulai krusial di lini tengah Arsenal, baik dalam duel fisik, distribusi bola, maupun menjaga keseimbangan transisi bertahan dan menyerang.
Dampak cedera Merino tidak hanya dirasakan di level klub. Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran serius bagi Timnas Spanyol, yang tengah mempersiapkan diri menuju Piala Dunia 2026.
Dengan jadwal pemulihan yang panjang dan risiko komplikasi pascaoperasi, peluang Merino untuk kembali ke performa puncak tepat waktu menjadi tanda tanya besar.
Jika proses rehabilitasi tidak berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Merino harus melewatkan turnamen akbar tersebut.
Situasi ini tentu menjadi pukulan bagi sang pemain, yang berada di usia emas dan tengah berupaya mengamankan tempat reguler di skuad La Roja.
Bagi Mikel Arteta, kehilangan Merino datang di momen yang sangat krusial. Arsenal masih terlibat dalam perburuan gelar domestik dan harus menghadapi jadwal padat di berbagai kompetisi.
Merino baru saja mulai beradaptasi sepenuhnya dengan sistem permainan Arteta dan menunjukkan peran vital sebagai penghubung antara lini belakang dan lini serang.
Kehadirannya memberikan dimensi tambahan di lini tengah Arsenal, terutama dalam duel fisik dan kontrol tempo permainan.
Tanpa Merino, Arteta kini dihadapkan pada keterbatasan opsi rotasi. Beberapa penyesuaian taktik kemungkinan akan dilakukan, seperti:
Memaksimalkan peran Declan Rice sebagai gelandang box-to-box
Memberikan beban lebih besar kepada Martin Ødegaard dalam mengatur permainan
Mengandalkan pemain muda atau opsi internal dengan risiko penurunan stabilitas permainan
Namun, solusi tersebut tetap menyimpan risiko, terutama terkait kelelahan pemain inti di fase krusial musim.
Terlepas dari dinamika tim, Arsenal menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemulihan total Mikel Merino.
Cedera tulang kaki bukan hanya menuntut pemulihan fisik, tetapi juga kesiapan mental agar pemain tidak mengalami trauma saat kembali berduel di lapangan.
Klub dipastikan akan mengambil pendekatan konservatif dan tidak memaksakan comeback dini, demi menghindari risiko cedera ulang yang bisa mengancam karier Merino dalam jangka panjang.
Cedera Mikel Merino menjadi lebih dari sekadar kabar buruk.
Ini adalah ujian besar bagi Arsenal musim ini ujian kedalaman skuad, fleksibilitas taktik, serta ketenangan dalam mengambil keputusan penting di bawah tekanan.
Di saat persaingan gelar semakin memanas, The Gunners kini harus membuktikan bahwa mereka mampu bertahan dan tetap kompetitif meski kehilangan salah satu pilar lini tengahnya.
Sementara bagi Merino, masa pemulihan ini menjadi tantangan terbesar dalam perjalanan karier profesionalnya.