Insiden flare yang mengenai Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero dalam laga Cremonese vs Inter Milan di Serie A. dok/tangkapanlayar
Overview
SulawesiPos.com – Inter Milan berlangsung di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Inter Milan berhasil membawa pulang kemenangan 2-0 berkat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.
Namun, jalannya pertandingan tercoreng oleh aksi tidak terpuji di awal babak kedua.
Sebuah flare atau suar dilempar dari sektor tribun suporter Inter Milan dan jatuh di area dekat gawang Cremonese yang dikawal Emil Audero.
Ledakan flare tersebut membuat Audero langsung terkapar di dalam kotak penalti.
Wasit pun menghentikan pertandingan selama kurang lebih tiga menit agar tim medis Cremonese dapat memberikan penanganan.
Sejumlah pemain Cremonese terlihat mengerumuni Audero untuk memastikan kondisinya sebelum laga kembali dilanjutkan.
Akibat insiden tersebut, Emil Audero mengalami luka ringan di kaki kanan serta gangguan pendengaran sementara pada telinga kanan akibat suara ledakan flare.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, kiper berusia 29 tahun itu dinyatakan tidak mengalami cedera serius.
Setelah mendapatkan perawatan di lapangan, Audero menunjukkan profesionalisme dengan memilih tetap melanjutkan pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan, meskipun Cremonese harus mengakui keunggulan Inter Milan.
Hingga kini, belum ada laporan medis resmi yang menyebutkan adanya dampak jangka panjang terhadap kondisi fisik Emil Audero.
Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Lautaro Martinez secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Emil Audero, menegaskan bahwa aksi pelemparan flare tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola.
Presiden sekaligus CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengecam keras tindakan oknum suporter tersebut.
Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut bertentangan dengan nilai dan budaya klub, serta memastikan penyelidikan internal akan dilakukan bekerja sama dengan otoritas Liga Italia.
Sementara itu, pelatih Cremonese Davide Nicola menyatakan rasa syukurnya karena kondisi Audero tidak mengalami cedera serius.
Namun, ia mendesak pihak liga dan aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Di Indonesia, kejadian ini turut memicu gelombang reaksi dari netizen dan pecinta sepak bola nasional, mengingat Emil Audero merupakan kiper Timnas Indonesia yang saat ini berkiprah di level tertinggi sepak bola Eropa.
Emil Audero Mulyadi adalah kiper kelahiran Mataram, Indonesia, yang kini memperkuat US Cremonese di Serie A musim 2025/2026.
Selain menjadi andalan klub, Audero juga masuk dalam skuad Timnas Indonesia.
Menariknya, sebelum kembali membela Cremonese, Audero sempat memperkuat Inter Milan pada periode 2023–2024, sehingga laga ini memiliki nuansa emosional tersendiri bagi sang kiper.
Insiden flare dalam laga Cremonese vs Inter Milan kembali menegaskan pentingnya keamanan stadion dan kontrol suporter di kompetisi sepak bola modern.
Meski Emil Audero tidak mengalami cedera parah, kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama di Serie A dan sepak bola Eropa secara keseluruhan.