Overview
SulawesiPos.com, Tangerang — Situasi di luar Stadion Indomilk Arena memanas seusai laga Liga 1 antara Persita Tangerang vs Persija Jakarta, Sabtu sore.
Kericuhan terjadi di area sekitar Gate 7 dan jalur parkir utara stadion, melibatkan kerumunan penonton yang hendak meninggalkan lokasi pertandingan.
Berdasarkan pantauan dari unggahan di lokasi kejadian, ratusan orang terlihat memadati akses keluar stadion.
Aparat keamanan gabungan—terdiri dari petugas stadion, kepolisian, dan personel pengamanan—bergerak cepat membentuk barikade untuk mencegah bentrokan meluas.
Dalam salah satu sudut visual, massa tampak menumpuk di bahu jalan hingga ke area bangunan stadion.
Sejumlah orang terlihat berada di lantai atas dan atap bangunan, sementara di bawah, kepadatan kendaraan dan pejalan kaki memperparah situasi.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan kepanikan dan menghambat arus keluar penonton.
Kericuhan ini juga diperkuat oleh kesaksian seorang penonton yang viral di media sosial.
Dalam unggahannya, saksi mengaku insiden bermula saat ia berusaha menuju parkiran pintu utara, sementara jalur tersebut dipadati penonton dari satu tribun tertentu.
Awalnya situasi masih kondusif, namun suasana berubah setelah muncul teriakan bernada provokatif dari beberapa orang.
Saksi menyebut dirinya sempat dikerumuni dan kesulitan bergerak akibat kepadatan massa.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua suporter terlibat kericuhan.
Bahkan, sebagian penonton lain justru bersikap tenang dan berusaha menenangkan keadaan.
Dalam unggahan yang sama, saksi menduga insiden tersebut dipicu oleh oknum provokator, bukan mencerminkan sikap mayoritas suporter klub tertentu.
Unggahan tersebut mendapat ribuan interaksi dan memicu diskusi luas terkait pengelolaan keamanan, pemisahan jalur suporter, serta pengaturan arus keluar stadion pascapertandingan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban luka maupun kerusakan fasilitas.
Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman dan evaluasi pengamanan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di laga-laga berikutnya.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara panitia pelaksana, aparat keamanan, dan manajemen stadion, khususnya pada pertandingan dengan tensi tinggi dan jumlah penonton besar.