Categories: Sepakbola

Manajemen PSM Mulai Habis Kesabaran ke Tomas Trucha, Lima Kekalahan Berturut-turut Bikin Nelangsa

Overview

  • PSM menempati posisi 12 klasemen sementara Super League, hasil dari 18 kali main, 4 menang, 7 seri, dan 7 kalah.
  • Dua pertandingan selanjutnya PSM menghadapi klub penghuni papan bawah klasemen.
  • Pelatih Tomas Trucha mendapat sorotan tajam dan bisa saja dipecat sebelum masa kontrak habis.

SulawesiPos.com – Lima kekalahan berturut-turut yang diderita PSM Makassar dalam laga lanjutan Super League membuat manajemen Pasukan Ramang mulai gelisah. Sebagian di antaranya mulai habis kesabaran.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kesabaran terhadap pelatih Tomas Trucha sudah setipis tisu. Dan, lembaran tipis itu hanya berjumlah tiga pertandingan lagi, bahkan dua pertandingan saja.

Dalam lima pertandingan terakhir, PSM Makassar harus menelan pil pahit. Tak hanya kalah dari tim papan atas, PSM juga kalah dari tim papan bawah yang menghuni zona degradasi.

PSM Makassar menempati posisi 12 klasemen sementara, hasil dari 18 kali main, empat kali menang, tujuh kali seri, dan tujuh kali kalah. Poin yang direngkuh baru 19.

Dari data pertandingan Super League, PSM menjadi satu-satunya tim yang rapornya paling merah dalam lima pertandingan terakhir. Kalah semua.

Persis Solo yang menghuni dasar klasemen bahkan masih mencatatkan satu kemenangan dengan empat kekalahan.

Semen Padang juga lebih baik, sekali menang dan sekali seri serta tiga kali kalah.

Persijap, yang baru saja menghempaskan PSM dengan skor 2-0, juga sekali menang, sekali seri, dan tiga kali kalah.

Data 5 Laga Terakhir PSM

– 21 Desember 2025
PSM Makassar vs Malut United 0-1

– 27 Desember 2025
Persib Bandung vs PSM Makassar 1-0

– 3 Januari 2026
Borneo FC vs PSM Makassar 2-1

– 9 Januari 2026
PSM Makassar vs Bali United 0-2

– 24 Januari 2026
Persijap vs PSM Makassar 2-0

Sorotan ke Tomas Trucha

Sorotan kini tertuju kepada pelatih Tomas Trucha. Pria asal Republik Ceko yang berlisensi UEFA Pro ini direkrut oleh PSM pada 28 Oktober 2025.

Tomas Trucha direkrut untuk mengisi kekosongan pelatih tetap, setelah PSM ditinggalkan oleh Bernardo Tavarez. Harapannya saat itu adalah mengangkat performa PSM yang sedang megap-megap.

Laga pertama di bawah arahan Tomas Trucha, PSM bermain seri 1-1 dengan Madura United.

Dalam dua lagi berikutnya, PSM sepertinya akan bangkit keperkasaannya, setelah menghajar Dewa United dengan skor 1-0, kemudian bikin geleng-geleng kepala ketika membantai PSBS Biak dengan skor 5-0.

Keperkasaan PSM bersama Toma Trucha berlanjut dengan mengalahkan Persis Solo, klub yang menghuni dasar klasemen, dengan skor 4-3.

Tapi, hanya sampai di situ saja. Selanjutnya PSM menjadi loyo seolah kekurangan vitamin.

Menghadapi laga klasik melawan Persebaya Surabaya, PSM masih mampu menyamakan skor menjadi 1-1, meski satu pemainnya, Akbar Tanjung, mendapat kartu merah.

Cerita selanjutnya adalah nelangsa. Lima pertandingan berturut-turut, PSM keok, tak berkokok, tak mampu berdiri dengan kepala tegak.

Dimulai dari laga melawan Malut United, PSM kalah 0-1. Melawan raksasa liga Persib Bandung, PSM kembali keok 0-1. Lalu, tak mampu berkutik menghadapi keperkasaan Borneo FC dengan skor 1-2.

Menghadapi Bali United, PSM kalah dengan skor 0-2, dan lagi-lagi satu pemain mendapat kartu merah: Syahrul Lasinari.

Yang membuat geleng-geleng kepala, tapi yang ini bergeleng tanpa harapan, PSM kalah dari klub penghuni zona degradasi Persijap ada 24 Januari 2026 baru lalu. Skornya tajam 0-2.

Dua Laga Penentu Nasib Tomas Trucha

Dua pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu nasib Tomas Trucha.

Pertama, melawan Semen Padang pada 2 Februari 2026 di Stadion BJ Habibie. Semen Padang menghuni zona degradasi dengan posisi 17 di klasemen sementara.

Kalau kalah lagi dari Semen Padang, bukan geleng-geleng kepala lagi, tetapi menundukkan kepala, pasrah tanpa daya.

Pertandingan selanjutnya, PSM akan bertandang ke PSBS Biak pada 8 Februari 2026.

Ini adalah klub yang sebelumnya dibantai dengan skor telak 5-0. Kalau gagal menang, PSM akan semakin dalam tersungkur.

Manajemen PSM saat ini sedang waswas. Kalau PSM kalah terus, persoalan utamanya bukan posisi di klasemen. Tetapi, dukungan suporter.

Jangan harap lagi suporter akan datang berbondong-bonding memenuhi Stadion BJ Habibie di Parepare. Data dan fakta menunjukkan, jumlah penonton semakin berkurang. Semakin sepi.

Klub tanpa dukungan suporter? Bubar saja.*

Andi As

Share
Published by
Andi As
Tags: Persib Bandung PSM Makassar Super League Tomas Trucha