Overview
SulawesiPos.com, Afrika – Kemenangan dramatis Senegal atas Maroko di Final Piala Afrika (AFCON) 2025 menyisakan cerita unik yang melampaui batas lapangan hijau.
Penjaga gawang andalan Senegal, Edouard Mendy, mengungkapkan perjuangannya melawan intimidasi non-teknis yang sempat dituduhkan kepadanya sebagai praktik magis.
Mendy, yang menjadi aktor utama keberhasilan Senegal meredam serangan Singa Atlas, mengaku sempat mengalami gangguan mental dan fisik selama laga berlangsung.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah insiden handuk miliknya yang dibuang hingga lima kali karena dicurigai mengandung “sihir” oleh pihak lawan.
Menanggapi tudingan miring tersebut, eks kiper Chelsea ini memberikan jawaban berkelas.
Ia menegaskan bahwa ketenangannya dalam menjaga gawang bukan berasal dari ritual mistis, melainkan kedekatannya dengan Sang Pencipta.
“Handuk saya dibuang 5 kali dikira sihir, padahal saya membaca Al-Qur’an,” tegas Mendy dalam pernyataan yang viral di media sosial.
Kekuatan iman tersebut terbukti nyata saat Mendy harus berhadapan satu lawan satu dengan bintang Maroko, Brahim Diaz, dalam adu penalti yang menentukan.
Dengan fokus penuh, Mendy berhasil menepis tendangan Diaz dan mengunci gelar juara bagi Senegal.
Final AFCON 2025 memang dikenal dengan tensi tinggi, namun Mendy menunjukkan bahwa kesiapan mental yang dibalut spritualitas mampu mengalahkan teror takhayul apa pun di lapangan.
Perjuangannya bukan hanya tentang menepis bola, tapi juga menjaga integritas diri di bawah tekanan ribuan pasang mata.