Overview
SulawesiPos.com, Marseille – Aroma kompetisi kasta tertinggi Eropa akan terasa sangat kental di kota pelabuhan Prancis tengah pekan ini.
Pertemuan antara Marseille dan Liverpool bukan sekadar laga biasa, melainkan panggung pembuktian ambisi bagi kedua tim yang sedang dalam tren positif.
Laga sarat gengsi ini disiarkan langsung oleh SCTV dan streaming Vidio jam 03.00 wib..
Mantan pelatih Brighton yang kini menukangi Marseille, Roberto De Zerbi, menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal kata “bertahan” dalam kamus taktiknya.
Menghadapi Liverpool yang berstatus juara Premier League, De Zerbi tetap pada prinsip menyerangnya.
“Saya tidak pernah menyiapkan pertandingan dengan target hasil imbang. Kami bermain untuk menang,” ujar De Zerbi dengan tegas.
Ia juga memberikan peringatan kepada para penyerangnya untuk terus menekan selama 90 menit.
“Jika energi mulai menurun di menit ke-60, saya punya barisan penyerang di bangku cadangan yang siap membuat perbedaan.”
Bagi Arne Slot, kembali ke Marseille membawa nostalgia tersendiri.
Ia memiliki kenangan manis di stadion ini saat membawa Feyenoord melaju ke final Conference League beberapa musim lalu.
Namun, ia menyadari tantangan kali ini jauh berbeda.
Fokus Slot juga tertuju pada pencapaian luar biasa Virgil van Dijk.
“Dia luar biasa. Memenangkan Premier League, trofi domestik, hingga Liga Champions dan tetap berada di level tertinggi hingga laga ke-350 adalah hal yang sangat positif bagi tim ini,” puji Slot.
Gelandang Marseille, Pierre-Emile Højbjerg, menyebut laga ini sebagai “perayaan sepak bola”.
Sebagai pemain yang lama merumput di Inggris, ia tahu persis kekuatan Liverpool.
“Mereka tim yang kuat dengan pemain fantastis, tapi kami ambisius dan mencintai laga besar seperti ini,” kata Højbjerg.
Di kubu pertahanan, Milos Kerkez juga menunjukkan kepercayaan diri tinggi.
Ia merasa telah banyak berkembang dalam satu bulan terakhir dan siap menghadapi gempuran lini depan The Reds yang terkenal mematikan.
Dengan format baru Liga Champions yang lebih intens, kedua tim menyadari bahwa setiap menit di lapangan sangatlah berharga.
Marseille akan mengandalkan dukungan fanatik suporter mereka, sementara Liverpool akan mengandalkan ketenangan dan pengalaman pemain senior mereka untuk mencuri poin penuh.