Categories: Sepakbola

Kuota ASEAN di Liga Thailand Terancam Dihapus Musim Depan, Nasib Pemain Indonesia Terancam

Overview

  • Kuota pemain ASEAN di Liga Thailand dikabarkan akan dihapus mulai musim depan. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka pemain Indonesia yang berkarier di Thailand tidak lagi mendapat perlakuan khusus dan harus bersaing sebagai pemain asing murni.\
  • Perubahan ini berpotensi besar memengaruhi masa depan pemain Indonesia di kompetisi tersebut.

SulawesiPos.com – Rumor besar mengguncang sepak bola Asia Tenggara. Liga Thailand dikabarkan tengah menyiapkan perubahan radikal dalam regulasi pemain asing untuk musim depan.

Termasuk penghapusan kuota ASEAN yang selama ini menjadi keistimewaan bagi pemain dari Asia Tenggara.

Kabar ini pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial Thailand dan Asia Tenggara.

Dalam rumor tersebut, Federasi Sepak Bola Thailand bersama operator liga disebut akan melakukan perombakan besar demi meningkatkan kualitas kompetisi domestik.

Beberapa poin perubahan aturan yang beredar antara lain, Setiap klub boleh mendaftarkan maksimal 10 pemain asing (sebelumnya 7 pemain).

Maksimal 7 pemain asing boleh bermain bersamaan di lapangan.

Kuota Asia dihapus (sebelumnya minimal 1 pemain Asia).

Kuota ASEAN dihapus (sebelumnya tidak dibatasi dan dihitung sebagai pemain lokal).

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka status pemain ASEAN akan berubah drastis.

Selama ini, pemain Asia Tenggara diperlakukan sebagai pemain lokal sehingga klub bebas merekrut mereka tanpa mengganggu kuota asing.

Namun dengan penghapusan kuota ASEAN, pemain Indonesia akan langsung masuk dalam kategori pemain asing penuh.

Saat ini terdapat empat pemain Indonesia yang berkarier di Liga Thailand Pratama Arhan (Bangkok United), Asnawi Mangkualam (Port FC), Shayne Pattynama (Buriram United) Sandy Walsh (Buriram United).

Mereka selama ini diuntungkan oleh kebijakan kuota ASEAN. Klub tidak perlu mengorbankan slot asing untuk merekrut pemain Indonesia.

Jika aturan baru berlaku, posisi mereka akan jauh lebih rentan.

Klub harus memilih antara mempertahankan pemain ASEAN atau merekrut pemain asing dari Eropa dan Amerika Latin yang secara komersial dan teknis sering dianggap lebih menjanjikan.

Liga Thailand selama ini menjadi tujuan ideal bagi pemain Indonesia untuk meningkatkan kualitas bermain.

Kompetisi yang kuat, jam terbang tinggi, dan atmosfer profesional membuat Thailand menjadi batu loncatan karier internasional.

Momem Asnawi dan Arhan bertukar jersey seusai laga Port FC vs Bangkok United. ig/bangkokunited

Jika kuota ASEAN dihapus, peluang pemain Indonesia menembus Liga Thailand akan semakin sempit.

Hal ini bisa berdampak langsung pada perkembangan pemain timnas yang membutuhkan pengalaman kompetisi luar negeri.

Hingga kini, pihak operator Liga Thailand belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Namun kuatnya perbincangan di kalangan media Thailand membuat rumor ini patut diwaspadai.

Jika benar diterapkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu perubahan regulasi paling drastis dalam sejarah Liga Thailand dan akan mengubah peta migrasi pemain di Asia Tenggara.

Sepak bola Indonesia tentu berharap federasi dan klub bisa mengantisipasi kemungkinan ini, agar pemain nasional tetap memiliki jalur berkembang di kompetisi luar negeri.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Asnawi Mangkualam Pratama Arhan Shayne Pattynama Sandy Walsh Pemain Timnas Indonesia