Overview
SulawesiPos.com – Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman menarik perhatian publik dan pengamat sepak bola.
Pelatih asal Kanada ini dikenal karena pendekatan taktis yang modern, agresif, dan adaptif, yang membawa warna baru dalam permainan skuad Garuda.
Herdman dikenal memprioritaskan pergerakan kolektif dan tekanan tinggi (high pressing) untuk merebut bola di area lawan.
Strategi ini terlihat ketika ia menekankan pentingnya transisi cepat dari bertahan ke menyerang, memanfaatkan kecepatan winger dan kreativitas gelandang serang.
Di Timnas Indonesia, Herdman mencoba mengombinasikan gaya ini dengan karakter pemain lokal yang memiliki mobilitas tinggi dan kemampuan teknis di kaki.
Selain itu, Herdman juga menekankan kontrol bola di lini tengah.
Ia percaya bahwa penguasaan bola bukan hanya soal dominasi statistik, tetapi untuk mengatur ritme permainan, meminimalkan risiko serangan balik lawan, dan menciptakan peluang berkualitas.
Formasi fleksibel yang dapat berubah dari 4-3-3 ke 3-4-3 memungkinkan tim beradaptasi dengan lawan berbeda, baik di level Asia Tenggara maupun kompetisi internasional.
Gaya Herdman di Timnas Indonesia juga terlihat pada pengembangan pemain muda.
Ia kerap memberi kesempatan kepada talenta berbakat untuk bermain di laga resmi, sekaligus membangun kedalaman skuad.
Hal ini menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tim dan mempersiapkan regenerasi pemain menjelang turnamen besar.
Para pengamat menilai, Herdman membawa kombinasi disiplin taktis dan fleksibilitas kreatif ke Timnas Indonesia, yang sebelumnya sering terlihat lebih mengandalkan permainan fisik dan serangan cepat.
Dengan pendekatan ini, tim diharapkan lebih stabil saat menghadapi lawan kuat, sekaligus mampu menciptakan peluang berbahaya dari berbagai posisi.
Hingga saat ini, meski waktu Herdman di Timnas Indonesia relatif singkat, perubahan filosofi permainan sudah mulai terlihat, baik dalam pola serangan, pressing, maupun koordinasi antar-lini.
Jika konsistensi dijaga, pendekatan modern ini berpotensi meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional, terutama di Piala AFF, Kualifikasi Piala Asia, dan turnamen FIFA lainnya.