Ketua DPD I Golkar Sulsel menggelar konsolidasi bersama kader dan pengurus Golkar di Kab. Barru
SulawesiPos.com – Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih Ilham Arief Sirajuddin menekankan empat nilai yang harus menjadi kekuatan baru Golkar Sulsel, yakni soliditas, karya, keterbukaan, dan pengabdian, saat melakukan kunjungan konsolidasi ke Kabupaten Barru menjelang pelantikan kepengurusan partai, Selasa, 11 Agustus 2026.
IAS mengatakan partai yang kuat tidak hanya dibangun oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh nilai yang menjadi pedoman kader dalam menjalankan tugas politik.
Menurut dia, soliditas menjadi syarat utama agar seluruh elemen partai bisa bergerak dalam satu irama dan saling menguatkan.
Ia menilai energi organisasi tidak boleh habis untuk persoalan internal, melainkan harus diarahkan untuk memperbesar manfaat Partai Golkar bagi masyarakat.
Bagi mantan Wali Kota Makassar dua periode itu, politik harus menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan masyarakat, bukan sekadar menghadirkan jabatan atau posisi di dalam struktur.
Ia menegaskan kader Golkar harus ditandai dengan kerja nyata dan kemampuan menyelesaikan persoalan warga di lapangan.
IAS lalu menempatkan keterbukaan sebagai kekuatan ketiga yang harus dijaga dalam tubuh partai.
Ia mendorong Golkar Sulsel menjadi organisasi yang terbuka terhadap gagasan, masukan, dan kritik agar evaluasi bisa terus berjalan.
“Jangan takut terhadap kritik. Kritik justru membantu kita melihat apa yang belum kita kerjakan dengan baik,” ujar IAS.
Sedangkan nilai keempat yang dia tekankan adalah pengabdian.
Menurut IAS, seluruh aktivitas politik pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat, sehingga kerja partai tidak kehilangan arah dan makna.
“Soliditas membuat kita kuat. Karya membuat kita bermanfaat. Keterbukaan membuat kita dipercaya, dan pengabdian membuat politik kita memiliki makna,” katanya.
IAS menambahkan empat nilai itu akan menjadi bagian dari semangat baru yang ingin dibangun dalam kepemimpinannya di Partai Golkar Sulsel.
Ia berharap prinsip tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterjemahkan dalam perilaku organisasi dan kerja kader di seluruh tingkatan.