Mantan Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari, yang baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari Golkar (foto: KabarGolkar)
SulawesiPos.com – Suhartina Bohari resmi menyatakan mundur dari Partai Golkar sekaligus memastikan tidak akan kembali maju sebagai Ketua DPD II Golkar Maros. Keputusan itu disampaikan di tengah momentum Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Selatan, dengan dorongan agar Musda Golkar Maros segera digelar sebagai jalan regenerasi kepemimpinan.
Suhartina mengatakan rencana untuk meninggalkan kepengurusan partai bukan keputusan mendadak. Ia mengaku sudah lebih dulu menyampaikan hal itu kepada calon Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, sebelum Musda tingkat provinsi berlangsung.
“Ini bukan keputusan tiba-tiba. Waktu pertemuan dengan Pak IAS, saya sudah bilang kalau Musda DPD I selesai, kalau bisa Musda pertama dan tercepat itu Maros,” ujar Suhartina dalam keterangannya.
Menurut dia, masa kepengurusannya sebagai Ketua DPD II Golkar Maros telah berakhir pada Juni 2026. Dengan berakhirnya surat keputusan kepengurusan, posisi ketua berikutnya harus ditentukan melalui Musda, bukan perpanjangan otomatis.
“SK saya memang berakhir Juni 2026. Otomatis tidak ada perpanjangan dan harus Musda untuk menentukan ketua Golkar Maros,” katanya.
Suhartina menegaskan tidak akan ikut dalam bursa calon Ketua DPD II Golkar Maros. Ia juga menyatakan tidak memiliki calon tertentu untuk didorong dalam kontestasi tersebut.
“Pada saat Musda DPD II Maros saya tidak mencalonkan diri lagi. Saya juga tidak punya calon. Siapa pun yang mau maju silakan,” tegasnya.
Suhartina membantah keputusannya meninggalkan Golkar berkaitan dengan dinamika internal partai di tingkat provinsi. Ia menegaskan rencana nonpartai telah disiapkan jauh sebelum konstelasi Musda DPD I Golkar Sulsel menghangat.
“Tidak ada hubungannya dengan dinamika partai Golkar. Memang jauh sebelumnya saya sudah berencana nonpartai dulu,” tuturnya.
Ia menyebut alasan utama mundur karena pekerjaan yang sedang dijalani menuntut dirinya tidak terikat dengan partai politik.
“(Alasannya mundur) karena ada pekerjaan saya yang mewajibkan saya untuk nonpartai dulu,” ungkapnya.
Di saat yang sama, Suhartina menilai momentum berakhirnya masa kepengurusan menjadi waktu yang tepat untuk membuka ruang regenerasi di tubuh Golkar Maros. Ia berharap Musda nanti berjalan terbuka dan memberi kesempatan yang sama kepada semua kader yang ingin maju.
“Saya ingin mempersiapkan regenerasi di Golkar Maros. Siapa pun yang berminat maju silakan karena semua pintu terbuka, tidak ada monopoli dan tidak ada intervensi,” ujarnya.
Suhartina sendiri tidak menghadiri Musda DPD I Golkar Sulsel karena sedang menjalankan ibadah umrah. Dalam forum itu, DPD II Golkar Maros diwakili unsur sekretaris dan bendahara.
Suhartina terpilih secara aklamasi memimpin Golkar Maros, April 2021 lalu. Sebelumnya putri pengusaha otomotif Maros, Haji Bohari, pernah menjadi Wakil Bupati Maros, periode 2021-2025, mendampingi Chaidir Syam. Saat ingin maju kembali bersama Chaidir, Suhartina terkendala tes kesehatan, hingga pencalonannya dibatalkan KPUD Maros. Sebelumnya lagi, Suhartina menjadi legislator Partai Bintang Reformasi dan PAN di DPRD Maros.