IAS Gelar Konsolidasi Perdana, Klaim Kantongi Dukungan 18 DPD II untuk Musda Golkar Sulsel

SulawesiPos.com – Ilham Arief Sirajuddin atau IAS mulai memanaskan persaingan jelang Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan dengan menggelar konsolidasi perdana di markas pemenangannya di Jalan Batu Putih Bundar, Makassar, Minggu (28/6/2026). Dalam pertemuan itu, IAS mengklaim telah mengantongi dukungan dari 18 DPD II kabupaten/kota untuk maju pada Musda Golkar Sulsel.

Konsolidasi tersebut digelar tidak lama setelah IAS menerima diskresi resmi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar. Langkah cepat itu dipandang sebagai sinyal bahwa mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut mulai mengonsolidasikan kekuatan politiknya secara terbuka di internal Partai Golkar Sulsel.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pertemuan itu, sebanyak 13 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota hadir langsung dalam konsolidasi perdana bersama IAS. Selain itu, barisan organisasi kemasyarakatan pendiri, didirikan, serta sayap Partai Golkar Sulsel juga ikut menghadiri forum tersebut.

IAS dalam pertemuan itu melaporkan bahwa dari total 24 DPD II se-Sulsel, dirinya sudah menerima 15 surat dukungan resmi. Selain itu, tiga DPD II lain disebut telah menyatakan dukungan secara lisan dan sementara menyiapkan surat dukungan, sedangkan dua DPD II lainnya masih dalam tahap komunikasi intensif.

BACA JUGA:  Pengamat Nilai 2026 Jadi Fase Penentu Kekuatan Politik Nasional dan Sulsel

13 DPD II hadir langsung dalam konsolidasi awal

Tiga belas DPD II yang hadir langsung dalam konsolidasi itu masing-masing berasal dari Soppeng, Luwu Timur, Palopo, Barru, Tana Toraja, Bulukumba, Sinjai, Sidrap, Toraja Utara, Pangkep, Parepare, Bone, dan Maros. Kehadiran para ketua, pelaksana tugas ketua, maupun sekretaris DPD II dinilai memperlihatkan keseriusan dukungan terhadap IAS.

Beberapa tokoh yang tercatat hadir antara lain Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua DPD II Golkar Luwu Timur Aripin, Ketua DPD II Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso, Plt Ketua DPD II Golkar Barru Rahman Pina, serta Ketua DPD II Golkar Bone Andi Fahsar M Padjalangi. Sejumlah daerah lain mengirimkan sekretaris atau perwakilan resmi dalam forum tersebut.

Kehadiran unsur DPD II itu menjadi poin penting karena menunjukkan bahwa konsolidasi IAS tidak hanya bergerak di tingkat elite provinsi, tetapi mulai merangkul struktur partai di kabupaten dan kota. Dukungan dari pemilik suara di daerah menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam kontestasi Musda.

BACA JUGA:  Mengukur Polarisasi Musda Golkar Sulsel: Turbulensi Kepentingan Pusat vs Daerah dan Bayang-Bayang Eksodus Kader

Ormas pendiri dan sayap partai ikut merapat

Selain unsur DPD II, konsolidasi tersebut juga dihadiri perwakilan organisasi pendiri, didirikan, dan sayap Partai Golkar Sulsel. Beberapa di antaranya ialah SOKSI, AMPI, AMPG, KPPG, HWK, MKGR, dan MDI yang mengirimkan pimpinan atau perwakilan masing-masing.

Kehadiran unsur ormas itu mempertegas bahwa kekuatan yang mengitari IAS tidak hanya bertumpu pada dukungan struktural di daerah, tetapi juga menyentuh organisasi internal partai yang selama ini punya pengaruh dalam pembentukan opini dan konsolidasi kader.

Dalam forum tersebut, IAS mengaku optimistis dukungan yang kini telah masuk masih bisa bertambah. “Insya Allah kami masih mengajak dan optimis tembus 20 DPD II,” kata IAS saat melaporkan perkembangan dukungan yang diperolehnya.

IAS juga menyampaikan rasa bangga atas kehadiran pimpinan DPD II serta unsur ormas pendiri, didirikan, dan sayap Partai Golkar Sulsel dalam pertemuan awal itu. Menurut dia, konsolidasi perdana ini diharapkan menjadi titik awal untuk menyatukan kekuatan kader menjelang Musda.

BACA JUGA:  Sari Yuliati Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR RI Gantikan Adies Kadir

“Saya berharap konsolidasi awal jelang Musda ini akan terus menyolidkan kader dari berbagai kelompok,” ujar IAS.

Dengan peta dukungan yang dipaparkan dalam konsolidasi tersebut, posisi IAS untuk sementara terlihat cukup kuat di atas kertas. Namun, dinamika menuju Musda Golkar Sulsel masih terbuka, terutama karena masih ada sejumlah DPD II yang belum menyatakan sikap final dan komunikasi politik diperkirakan terus bergerak dalam waktu dekat.

SulawesiPos.com – Ilham Arief Sirajuddin atau IAS mulai memanaskan persaingan jelang Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan dengan menggelar konsolidasi perdana di markas pemenangannya di Jalan Batu Putih Bundar, Makassar, Minggu (28/6/2026). Dalam pertemuan itu, IAS mengklaim telah mengantongi dukungan dari 18 DPD II kabupaten/kota untuk maju pada Musda Golkar Sulsel.

Konsolidasi tersebut digelar tidak lama setelah IAS menerima diskresi resmi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar. Langkah cepat itu dipandang sebagai sinyal bahwa mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut mulai mengonsolidasikan kekuatan politiknya secara terbuka di internal Partai Golkar Sulsel.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pertemuan itu, sebanyak 13 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota hadir langsung dalam konsolidasi perdana bersama IAS. Selain itu, barisan organisasi kemasyarakatan pendiri, didirikan, serta sayap Partai Golkar Sulsel juga ikut menghadiri forum tersebut.

IAS dalam pertemuan itu melaporkan bahwa dari total 24 DPD II se-Sulsel, dirinya sudah menerima 15 surat dukungan resmi. Selain itu, tiga DPD II lain disebut telah menyatakan dukungan secara lisan dan sementara menyiapkan surat dukungan, sedangkan dua DPD II lainnya masih dalam tahap komunikasi intensif.

BACA JUGA:  Rebut Kembali Kejayaan: Strategi "Mesin Tua" Golkar Sulsel Menghadapi Gempuran Kompetitor

13 DPD II hadir langsung dalam konsolidasi awal

Tiga belas DPD II yang hadir langsung dalam konsolidasi itu masing-masing berasal dari Soppeng, Luwu Timur, Palopo, Barru, Tana Toraja, Bulukumba, Sinjai, Sidrap, Toraja Utara, Pangkep, Parepare, Bone, dan Maros. Kehadiran para ketua, pelaksana tugas ketua, maupun sekretaris DPD II dinilai memperlihatkan keseriusan dukungan terhadap IAS.

Beberapa tokoh yang tercatat hadir antara lain Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua DPD II Golkar Luwu Timur Aripin, Ketua DPD II Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso, Plt Ketua DPD II Golkar Barru Rahman Pina, serta Ketua DPD II Golkar Bone Andi Fahsar M Padjalangi. Sejumlah daerah lain mengirimkan sekretaris atau perwakilan resmi dalam forum tersebut.

Kehadiran unsur DPD II itu menjadi poin penting karena menunjukkan bahwa konsolidasi IAS tidak hanya bergerak di tingkat elite provinsi, tetapi mulai merangkul struktur partai di kabupaten dan kota. Dukungan dari pemilik suara di daerah menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam kontestasi Musda.

BACA JUGA:  Sari Yuliati Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR RI Gantikan Adies Kadir

Ormas pendiri dan sayap partai ikut merapat

Selain unsur DPD II, konsolidasi tersebut juga dihadiri perwakilan organisasi pendiri, didirikan, dan sayap Partai Golkar Sulsel. Beberapa di antaranya ialah SOKSI, AMPI, AMPG, KPPG, HWK, MKGR, dan MDI yang mengirimkan pimpinan atau perwakilan masing-masing.

Kehadiran unsur ormas itu mempertegas bahwa kekuatan yang mengitari IAS tidak hanya bertumpu pada dukungan struktural di daerah, tetapi juga menyentuh organisasi internal partai yang selama ini punya pengaruh dalam pembentukan opini dan konsolidasi kader.

Dalam forum tersebut, IAS mengaku optimistis dukungan yang kini telah masuk masih bisa bertambah. “Insya Allah kami masih mengajak dan optimis tembus 20 DPD II,” kata IAS saat melaporkan perkembangan dukungan yang diperolehnya.

IAS juga menyampaikan rasa bangga atas kehadiran pimpinan DPD II serta unsur ormas pendiri, didirikan, dan sayap Partai Golkar Sulsel dalam pertemuan awal itu. Menurut dia, konsolidasi perdana ini diharapkan menjadi titik awal untuk menyatukan kekuatan kader menjelang Musda.

BACA JUGA:  IAS vs Appi di Musda Golkar Sulsel, Siapa Pemegang Kunci Beringin?

“Saya berharap konsolidasi awal jelang Musda ini akan terus menyolidkan kader dari berbagai kelompok,” ujar IAS.

Dengan peta dukungan yang dipaparkan dalam konsolidasi tersebut, posisi IAS untuk sementara terlihat cukup kuat di atas kertas. Namun, dinamika menuju Musda Golkar Sulsel masih terbuka, terutama karena masih ada sejumlah DPD II yang belum menyatakan sikap final dan komunikasi politik diperkirakan terus bergerak dalam waktu dekat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru