SulawesiPos.com – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengaku tersentuh hingga menitikkan air mata setelah menyaksikan film dokumenter Pesta Babi.
Ketua Dewan Pengarah BRIN itu menilai film tersebut menggambarkan berbagai persoalan lingkungan yang menurutnya semakin berkaitan dengan arah pembangunan nasional.
Megawati juga menyoroti pendekatan ekstraktif dalam pengelolaan sumber daya alam yang dinilai berdampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat adat.
“Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya. Sudah seberapa banyak hutan hanya dijadikan tanaman sawit, untuk apa? Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?” kata Megawati.
Kritik Pola Pengelolaan Sumber Daya Alam
Megawati menilai pola pembangunan yang terlalu berorientasi pada eksploitasi sumber daya berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari kerusakan lingkungan hingga perubahan fungsi lahan.
Menurutnya, hak-hak masyarakat adat juga perlu diperhatikan dalam setiap proses pembangunan.
Ia menekankan bahwa pembangunan nasional perlu dijalankan dengan arah yang jelas dan berkelanjutan agar tidak berubah setiap kali terjadi pergantian pemerintahan.
“Kalau presidennya berganti, jangan sampai arah pembangunannya ikut berubah semua. Kita harus punya pola pembangunan jangka panjang untuk masa depan bangsa,” tegasnya.
Ketua Umum PDI Perjuangan itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri dalam mengelola kekayaan alam.
Menurutnya, Indonesia perlu mandiri dalam menentukan arah pembangunan dan tidak bergantung pada negara lain.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya kepada kekuatan bangsanya sendiri, laut harus kembali menjadi jalan kemajuan peradaban Indonesia,” pungkasnya.

