Overview
SulawesiPos.com – Partai NasDem Sulsel tidak memasukkan nama Putri Dakka dalam daftar calon anggota DPR RI Pengganti Antar Waktu (PAW). Satu kursi DPR Fraksi NasDem lowong setelah Rusdi Masse mengundurkan diri dan kini sudah menjadi kader PSI.
Siapa saja calon PAW yang sedang diproses oleh NasDem? Ketua DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif menyebut ada tiga calon.
1. Hayarna Hakim.
2. Judas Amir.
3. Nicodemus Biringkanae.
Dalam daftar hasil Pileg DPR RI, ketiga nama di atas berada dalam daftar peraih suara terbanyak Dapil 3 Sulsel urutan ke-5, ke-6, dan ke-7.
Kenapa nama Putri Dakka tidak masuk, padahal dia peraih suara terbanyak ke-3 di bawah Rusdi Masse? Atau kenapa peraih suara terbanyak ke-4, Andi Aslam Patonangi, juga tidak masuk?
1. Rusdi Masse 161.301 suara.
2. Eva Stevany Rataba 73.910 suara.
3. Putri Dakka 53.700 suara.
4. Andi Aslam Patonangi 43.580 suara.
5. Hayarna Hakim 29.162 suara.
6. M Judas Amir 12.669 suara.
7. Nicodemus Biringkanae 4.908 suara.
Menurut Syahar yang saat ini menjabat Bupati Sidrap, baik Putri Dakka maupun Andi Aslam Patonangi dianggap gugur.
Putri Dakka gugur karena maju Pilkada Palopo lewat PDIP, sedangkan Aslam Patonangi telah mengundurkan diri.
“Kalau berdasarkan aturan, karena Pak Rusdi Masse di urutan pertama, seharusnya yang menggantikan urutan ke-3 atau seterusnya,” ujar Syahar.
Namun, Syahar menjelaskan, yang urutan ketiga Putri Dakka pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Palopo dari partai lain.
“Sedangkan urutan keempat Andi Aslam Patonangi sudah ada surat pengunduran dirinya,” paparnya.
Syahar menjelaskan, penilaian terhadap calon PAW tiak hanya dilihat berdasarkan urutan perolehan suara, tetapi juha dilihat dari keaktifan di partai, serta loyalitas terhadap partai.
Mengapa harus ada kriteria loyalitas?
“Siapa tahu dikasih tempat, nanti di ujung-ujungnya berpikir aneh-aneh. Jadi, tentu ada rekam jejak yang kita lihat juga,” katanya.*