Overview
SulawesiPos.com – Kursi DPR RI yang ditinggalkan Rusdi Masse (RMS) hingga kini belum terisi. Proses penentuan pengganti antarwaktu (PAW) masih berada dalam tahap pembahasan internal Partai NasDem.
Setelah RMS resmi berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), NasDem belum mengumumkan nama kader yang akan mengisi kekosongan kursi tersebut.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Selatan menyebut prosesnya masih menunggu keputusan dari pimpinan pusat.
Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menjelaskan bahwa pembahasan PAW saat ini masih dikoordinasikan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem.
Menurutnya, penetapan pengganti anggota DPR RI bukan kewenangan daerah.
“Kewenangan PAW itu ada di DPP. Jadi kami di daerah tentu menunggu arahan dan keputusan resmi dari pusat. Kalau sudah ada keputusan, pasti akan kami sampaikan,” jelasnya dikutip dari JawaPos Group Selasa (3/2/2025).
Ia menegaskan, mekanisme PAW telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak bisa ditetapkan secara sepihak oleh pengurus wilayah.
Politisi kawakan asal Sulawesi Selatan, Rusdi Masse Mappasessu resmi bergabung menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam rangkaian pembukaan Rapat kerja nasional PSI, Kamis (29/1/2026).
Ia dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.
Dinamika penentuan pengganti Rusdi Masse di DPR RI terus bergerak dengan mengerucutnya sejumlah nama.
Dalam perkembangannya, Putri Dakka dan Hayarna Basmin menjadi dua figur yang paling banyak disebut sebagai kandidat kuat.
Pada pemilu legislatif terakhir, Putri Dakka tercatat meraih 53.700 suara, disusul Andi Aslam Patonangi dengan 43.580 suara, serta Hayarna Basmin yang memperoleh 29.162 suara.
Sebelumnya, Andi Aslam Patonangi sempat digadang-gadang sebagai calon utama untuk mengisi kursi di Senayan.
Namun, langkah mantan Bupati Pinrang itu keluar dari Partai NasDem membuat peluangnya otomatis tertutup, sehingga peta kandidat kini mengarah pada Putri Dakka dan Hayarna Basmin.