Overview
SulawesiPos.com – Presiden RI ke-7 Joko Widodo secara terbuka mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sementara Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menekankan bahwa kunci keberhasilan partai tergantung pada kerja keras di lapangan.
“PSI punya suntikan semangat karena Jokowi akan mati-matian menangkan PSI. Tinggal uji materi apakah Jokowi masih sakti atau tidak setelah tak lagi jadi presiden dan pecah kongsi dengan PDIP. Kuncinya kerja lapangan,” jelas Adi kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).
Jokowi menegaskan kesiapannya bekerja mati-matian demi kemenangan PSI dalam Pemilu 2029 saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sabtu (30/1).
“Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” ujar Jokowi.
Menanggapi hal ini, Adi menilai langkah Jokowi yang terbuka mendukung PSI memiliki sisi positif sekaligus risiko.
PSI perlu mengurangi resistensi terhadap mantan presiden tersebut sekaligus menonjolkan sisi positif figur Jokowi.
“Yang jelas, ini pertaruhan politik Jokowi. Kalau PSI lolos parlemen, Jokowi bakal disanjung puji dan pasti disebut masih sakti. Sebaliknya, jika PSI tak lolos parlemen, maka Jokowi bakal banyak dikritik karena sudah tak sakti lagi,” kata Adi.
Adi Prayitno menekankan bahwa pekerjaan rumah utama PSI adalah melakukan pendekatan langsung ke masyarakat, terutama di desa, yang mayoritas pemilih.
Selama ini, partai masih identik dengan pemilih kota dan belum maksimal menyentuh pemilih di pedesaan.
“PR terbesarnya adalah bagaimana PSI bisa menembus pemilih di desa yang jumlahnya sangat mayoritas,” ujar Adi.
Sebelumnya, penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PSI menetapkan target strategis perolehan 10 juta Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai fondasi penguatan basis partai.
Target ini diumumkan dalam rapat pleno penutupan Rakernas di Hotel Claro Makassar dan menjadi penanda dimulainya kerja konsolidasi partai secara menyeluruh.
“Rakernas ini kita menghasilkan beberapa keputusan. PSI menargetkan 10 juta KTA. Mulai sekarang kader PSI harus bekerja, baik di tingkat ranting maupun DPP Pusat,” ujar Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali.
Ahmad Ali menekankan bahwa seluruh keputusan Rakernas harus segera diwujudkan dalam kerja nyata oleh kader di semua tingkatan, sesuai arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
“Bagi yang mau jadi caleg atau tidak, minimal merekrut 500 anggota untuk ber-KTA. Kita harus bekerja mulai sekarang,” tuturnya.