Overview:
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menetapkan Azhar Arsyad sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2026–2031.
Keputusan ini menandai berlanjutnya kepercayaan partai kepada Azhar untuk memimpin dan mengonsolidasikan PKB Sulsel menghadapi agenda politik lima tahun ke depan.
Penetapan tersebut dilakukan setelah Azhar dinyatakan lolos seluruh tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar DPP PKB di Jakarta.
Proses seleksi ini menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi bagi para ketua DPW PKB yang dinyatakan memenuhi kriteria kepemimpinan partai.
Seiring penetapan ketua wilayah, DPW PKB Sulsel juga mulai menyusun ulang struktur kepengurusan secara menyeluruh.
Kepengurusan baru diproyeksikan menjadi mesin organisasi yang lebih solid, disiplin, dan efektif hingga tingkat akar rumput.
Azhar Arsyad dijadwalkan dilantik bersama para Ketua DPW PKB se-Indonesia dalam agenda pelantikan serentak yang akan berlangsung di Jakarta pada 1-3 Februari 2026.
Pelantikan tersebut akan dirangkaikan dengan penyerahan SK serta penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen terhadap garis perjuangan partai.
“Penyerahan SK dan Pakta Integritas oleh DPP, Insya Allah akan dilaksanakan pada 1 Februari di Jakarta,” ujar Azhar Arsyad usai mengikuti sosialisasi kepengurusan DPW PKB secara daring dari Kantor DPW PKB Sulsel, Jalan Prof Basalamah, Makassar, Sabtu (24/1/2026).
Mantan Calon Wakil Gubernur Sulsel itu menilai proses UKK kali ini mencerminkan keseriusan DPP PKB dalam menata organisasi dan menyiapkan kader pemimpin yang berkualitas.
Menurutnya, tahapan seleksi berlangsung jauh lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.
“Tesnya lebih berat. Mulai dari tes psikologi hingga berbagai tahapan penilaian lainnya. Intinya, seleksi kali ini sangat ketat,” ungkapnya.
Azhar juga menekankan bahwa mekanisme UKK tidak hanya diterapkan kepada calon ketua DPW, tetapi juga diikuti oleh sejumlah pengurus pusat.
Bahkan, salah satu tokoh penting DPP PKB, Gus Abdul Halim turut menjalani tahapan uji kelayakan tersebut. Hal ini, kata Azhar, menunjukkan komitmen PKB terhadap prinsip meritokrasi dan profesionalisme.
Pada tahap awal, terdapat beberapa nama yang diusulkan sebagai calon Ketua DPW PKB Sulsel.
Namun, setelah seluruh proses UKK di tingkat pusat dijalankan, hanya Azhar Arsyad yang dinyatakan lolos hingga tahap akhir dan ditetapkan sebagai calon tunggal.
“Saat UKK di pusat, hanya saya yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Karena itu Sulsel akhirnya memiliki calon tunggal,” jelasnya.
Sosialisasi kepengurusan DPW PKB Sulsel yang digelar secara daring turut dihadiri sejumlah tokoh strategis PKB Sulsel dari unsur legislatif dan struktural partai.
Kehadiran mereka mencerminkan soliditas dan dukungan terhadap kepemimpinan Azhar.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKB Syamsu Rizal MI, Ketua DPC PKB Kota Makassar yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo, Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel Zulfikar Limolang, serta anggota DPRD Sulsel Fraksi PKB.
Turut hadir pula Ketua Perempuan Bangsa Sulsel Hj. Fadilah Fahriana, Sekretaris DPW PKB Sulsel Muhammad Haekal, dan Bendahara DPW PKB Sulsel Dahran.
Azhar menilai konsolidasi awal ini menjadi fondasi penting bagi PKB Sulsel untuk memperkuat kerja politik, menjaga soliditas internal, serta memperluas basis dukungan masyarakat.
“Ini bukan sekadar sosialisasi kepengurusan, tetapi momentum konsolidasi. Seluruh elemen hadir dan sepakat membawa PKB Sulsel menjadi partai yang lebih solid, progresif, dan siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.