Categories: Politik

Sekjen PKS Muhammad Kholid: Kritik Itu Vitamin Demokrasi, Jangan Mudah Tersinggung

Overview:

  • Sekjen PKS menilai persoalan pelaporan Pandji ke polisi perlu kehati-hatian agar tidak melanggar hak warga negara.
  • Ia menekankan kritik juga merupakan hal yang vital bagi negara.
  • PKS menilai bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu berdialog, tersenyum, dan belajar menghadapi kritikan.

SulawesiPos.com – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid turut memberikan respons atas polemik pelaporan polisi terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.

PKS mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini secara jernih dan menempatkan kritik sebagai elemen esensial yang menyehatkan bangsa.

Kholid menilai bahwa apa yang disampaikan Pandji merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang wajar.

Ia mengibaratkan kritik sebagai obat yang meski terasa tidak enak, namun memiliki fungsi vital bagi negara.

“Kritik itu seperti vitamin bagi demokrasi. Terkadang rasanya pahit, tidak selalu menyenangkan, tetapi justru dibutuhkan agar demokrasi tetap sehat dan tidak kehilangan arah,” tegas Kholid dalam keterangannya, Sabtu (10/01/2026).

Anggota DPR RI dari Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi ini menjelaskan bahwa dalam masyarakat yang demokratis, seni seperti komedi dan satire memiliki fungsi sosial untuk menyampaikan refleksi publik.

Selama tidak mengandung fitnah atau ajakan kekerasan, ekspresi artistik menurutnya bukanlah sebuah ancaman.

Lebih jauh, Kholid memandang komedi memiliki peran dalam menjaga kesehatan mental masyarakat di tengah tekanan hidup yang tinggi.

“Komedi pada dasarnya adalah seni untuk membuat orang tertawa. Namun lebih dari itu, komedi juga membantu mencairkan suasana kebatinan publik, menjaga kesehatan mental masyarakat, serta membuka ruang dialog yang lebih relaks di tengah tekanan kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Mengenai adanya laporan dari elemen masyarakat ke kepolisian, PKS menekankan pentingnya kehati-hatian.

Kholid berharap proses hukum yang berjalan tetap memperhatikan prinsip proporsionalitas dan hak konstitusional warga negara agar tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu.

Ia menegaskan bahwa kedewasaan sebuah bangsa diuji dari caranya menyikapi perbedaan pendapat dan suara kritis di ruang publik.

“Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang mampu tersenyum, berdialog, dan belajar dari kritik bukan Indonesia yang mudah tersinggung dan tergesa-gesa mempersoalkan perbedaan pendapat,” pungkas Kholid menutup pernyataannya.

Muh Amar Masyhudul Haq

Share
Published by
Muh Amar Masyhudul Haq
Tags: Pandji Pragiwaksono Stand up comedy Mens Rea PKS