Kembang api meledak saat Spanyol merayakan gelar juara Piala Dunia 2026 di stadion, dengan bendera Spanyol terbentang di tengah lapangan.
SulawesiPos.com – Warna kembang api biru-putih yang meledak di New York New Jersey Stadium saat Spanyol mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026, Senin, 20 Juli 2026 waktu setempat, memicu perdebatan di media sosial. Banyak penggemar menilai kombinasi warna tersebut lebih identik dengan Argentina, tim yang baru saja kalah 0-1 pada partai final.
Perdebatan mencuat setelah cuplikan seremoni penutupan dan pengangkatan trofi beredar luas di berbagai platform media sosial.
Sejumlah warganet mempertanyakan mengapa pesta juara Spanyol justru didominasi warna biru dan putih yang selama ini identik dengan Albiceleste.
Meski demikian, FIFA telah menjelaskan bahwa seluruh rangkaian seremoni penutupan merupakan bagian dari protokol resmi final yang telah dipersiapkan jauh sebelum pertandingan berlangsung.
Dalam keterangan resminya menjelang laga puncak, FIFA menyebut bahwa seremoni penutupan memang dirancang sebagai penanda berakhirnya turnamen sebelum prosesi penyerahan trofi kepada juara.
“Final Piala Dunia FIFA 2026 akan ditutup dengan seremoni penutupan yang spektakuler sebagai perayaan berakhirnya turnamen sebelum penyerahan trofi kepada juara,” demikian keterangan resmi FIFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara final tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi menjadi simbol persatuan melalui sepak bola.
“Final ini lebih dari sekadar sebuah pertandingan. Ini adalah perayaan sepak bola dan juga perayaan persatuan,” ujar Gianni Infantino dalam pernyataan resmi FIFA menjelang partai puncak.
Penjelasan FIFA tersebut menunjukkan bahwa elemen visual, termasuk pertunjukan cahaya dan kembang api, merupakan bagian dari konsep acara yang telah disiapkan sebelumnya, bukan disesuaikan setelah diketahui siapa pemenang pertandingan.
Meski demikian, warna biru-putih yang mendominasi langit stadion tetap memunculkan berbagai tafsir di kalangan penggemar.
Sebagian menganggap pemilihan warna itu kurang merepresentasikan identitas Spanyol yang identik dengan merah dan kuning.
Di sisi lain, tidak ada pernyataan resmi dari FIFA yang menyebut bahwa warna kembang api dibuat untuk menghormati salah satu finalis.
Seluruh pertunjukan merupakan bagian dari konsep hiburan penutup turnamen yang telah disusun sebelum laga dimainkan.
Terlepas dari polemik di luar lapangan, Spanyol tetap memastikan diri sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu.
Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi La Roja setelah keberhasilan mereka pada edisi 2010 di Afrika Selatan, sekaligus menggagalkan upaya Argentina mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022.
Kontroversi mengenai warna kembang api pun akhirnya menjadi salah satu cerita yang mengiringi malam bersejarah Spanyol.
Namun, FIFA menegaskan bahwa seremoni penutupan merupakan bagian dari perayaan resmi turnamen yang telah dipersiapkan untuk menandai berakhirnya Piala Dunia 2026 sebagai sebuah pesta sepak bola dunia dan simbol persatuan.