Estimasi distribusi FIFA Club Benefits Programme 2026 yang menempatkan Manchester City di posisi teratas, diikuti Barcelona dan Bayern Munchen.
SulawesiPos.com – Manchester City diperkirakan menjadi klub yang menerima kompensasi terbesar dari FIFA Club Benefits Programme 2026 setelah banyak pemainnya membela tim nasional masing-masing di Piala Dunia 2026.
Estimasi tersebut menempatkan klub asal Inggris itu di posisi teratas dengan nilai sekitar USD 4,4 juta.
Data yang beredar dan dikutip akun Instagram idextratime berdasarkan estimasi The Athletic menunjukkan dominasi klub-klub Eropa dalam daftar penerima manfaat terbesar.
Barcelona berada di posisi kedua dengan proyeksi sekitar USD 3,9 juta, disusul Bayern Munchen USD 3,4 juta, Arsenal USD 3,3 juta, serta Paris Saint-Germain dan Atletico Madrid yang masing-masing diperkirakan menerima sekitar USD 3,2 juta.
Sementara itu, posisi 10 besar juga dihuni Crystal Palace, Manchester United, Real Madrid, dan AC Milan.
Di luar Eropa, nama-nama seperti Al-Hilal dan Al Ahly juga masuk dalam daftar, meski nominal yang diperkirakan diterima masih berada di bawah klub-klub elite Benua Biru.
Dominasi tersebut tidak lepas dari mekanisme pembagian dana FIFA yang menghitung kompensasi berdasarkan jumlah pemain yang dilepas klub ke tim nasional serta lamanya mereka berada di turnamen.
Semakin banyak pemain yang dikirim dan semakin jauh perjalanan tim nasional mereka di Piala Dunia, semakin besar pula dana yang diterima klub.
FIFA telah menyiapkan total USD 355 juta untuk Club Benefits Programme pada siklus Piala Dunia 2026.
Dalam rilis resmi tertanggal 5 Juni 2026, FIFA menjelaskan bahwa USD 100 juta dialokasikan bagi pemain yang tampil pada babak kualifikasi, sedangkan USD 250 juta disediakan untuk pemain yang berpartisipasi di putaran final Piala Dunia 2026.
Melalui Circular FIFA Nomor 1965, badan sepak bola dunia itu menjelaskan bahwa pembagian dana untuk putaran final menggunakan skema per pemain per hari.
“Nilai minimum diperkirakan sekitar USD 5.000 per pemain per hari, dihitung sejak pemain dilepas ke tim nasional hingga sehari setelah pertandingan terakhir timnya di Piala Dunia.”
Dengan sistem tersebut, klub yang memiliki banyak pemain internasional otomatis berpeluang memperoleh kompensasi lebih besar dibanding klub yang hanya melepas sedikit pemain.
FIFA juga menegaskan bahwa angka-angka yang saat ini beredar masih berupa estimasi dan belum menjadi pembayaran resmi.
Dalam dokumen resminya, FIFA menyebut besaran kompensasi baru akan dihitung setelah turnamen berakhir berdasarkan partisipasi aktual setiap pemain selama Piala Dunia.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan skema terbaru ini dirancang agar manfaat finansial Piala Dunia dapat dirasakan lebih luas oleh klub-klub di seluruh dunia.
“Lebih banyak klub daripada sebelumnya akan menerima bagian dari manfaat finansial yang dihasilkan Piala Dunia,” kata Gianni.
FIFA menyatakan pembayaran gabungan untuk babak kualifikasi dan putaran final akan diproses setelah Piala Dunia 2026 selesai dan disalurkan melalui asosiasi anggota masing-masing klub sebelum akhir tahun 2026.
Bagi klub-klub Eropa, khususnya dari Liga Inggris, Spanyol, Jerman, dan Prancis, program ini kembali menunjukkan besarnya keuntungan finansial dari memiliki banyak pemain yang tampil di level internasional.
Sementara itu, klub dari luar Eropa tetap memiliki peluang memperoleh kompensasi signifikan apabila mampu menyumbang pemain yang tampil reguler dan membawa tim nasionalnya melaju jauh di Piala Dunia 2026.