Rodri mencium trofi Piala Dunia 2026 usai Spanyol menutup turnamen sebagai juara.
SulawesiPos.com – Keberhasilan Tim Nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 pada Senin dini hari, 20 Juli 2026, tak sekadar memulangkan trofi paling bergengsi ke Negeri Matador.
Pencapaian tersebut sekaligus mengangkat posisi sang gelandang bertahan, Rodrigo Hernández Cascante alias Rodri, ke kelompok sangat langka dalam sejarah sepak bola dunia.
Dengan trofi Piala Dunia 2026 di tangannya, Rodri resmi melengkapi empat gelar paling prestisius sepanjang kariernya, yakni Piala Dunia, Liga Champions, Gelar Eropa bersama tim nasional, dan Ballon d’Or.
Keistimewaan pencapaian Rodri terletak pada kelengkapan level trofi yang diraihnya.
Piala Dunia mewakili gelar tertinggi antarnegara, Liga Champions menjadi puncak kompetisi klub Eropa, gelar Eropa bersama tim nasional menegaskan dominasi benua, sedangkan Ballon d’Or merupakan pengakuan tertinggi secara individu.
Atas capaian ini, nama Rodri kini resmi disejajarkan dengan enam nama besar dunia yang lebih dulu menyapu bersih empat mahkota utama tersebut.
Daftar elit pemilik empat gelar agung itu kini berisi tujuh pemain:
Sebelum menutup koleksi gelar mahkota agung ini dengan Piala Dunia 2026, Rodri lebih dulu merengkuh trofi Liga Champions bersama Manchester City, membawa Spanyol menjuarai EURO, serta menyabet penghargaan Ballon d’Or.
Di level klub maupun tim nasional, pemain berusia 30 tahun ini dikenal sebagai figur sentral di lini tengah.
Kualitasnya dalam menjaga tempo, memutus serangan lawan, serta mengontrol ritme pertandingan membuatnya menjadi metronom permainan yang sangat berpengaruh meski tak selalu tercatat lewat gol atau assist.
Masuknya Rodri ke dalam klub elit tujuh pemain ini makin menegaskan dampak besar generasi emas Spanyol saat ini.
La Roja tak hanya menambah bintang di jersey mereka, tetapi juga berhasil melahirkan satu nama baru di panggung legenda abadi sepak bola dunia.