Trump kembali mencuri sorotan saat Spanyol mengangkat trofi juara dunia, memicu kontroversi di podium perayaan. Dok. Istimewa.
SulawesiPos.com – Tim nasional Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Fran Torres pada babak perpanjangan waktu di final yang berlangsung di Stadion MetLife, Amerika Serikat, namun sorotan utama justru tertuju pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tetap bertahan di podium penyerahan trofi sehingga mengganggu prosesi perayaan juara dan memaksa kapten Spanyol, Rodri, memberi isyarat agar ia meninggalkan pusat panggung.
Kemenangan tersebut memastikan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah penantian panjang sejak trofi pertama mereka.
Trump memasuki podium bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menyerahkan medali kepada para pemain dan ofisial kedua tim.
Dalam prosesi itu, Trump juga terlihat berbincang dengan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, bahkan sempat bertanya apakah ia merupakan pelatih tim.
Usai penyerahan medali, para pemain Spanyol bersiap membentuk lingkaran perayaan sebelum Rodri mengangkat trofi Piala Dunia.
Infantino segera meninggalkan podium sesuai rangkaian acara resmi.
Trump justru tetap berdiri di tengah panggung dan menjadi pusat perhatian kamera meski para pemain menunggu ruang perayaan dikosongkan.
Rodri sempat memegang trofi beberapa saat sambil menunggu podium benar-benar bersih dari tamu kehormatan.
Ketika Trump tidak juga bergeser, Rodri mengangkat tangan dan memberi isyarat langsung agar Presiden Amerika Serikat itu menjauh dari pusat perayaan.
Infantino kemudian kembali berusaha menggeser posisi Trump beberapa langkah dari tengah podium.
Trump tetap bertahan di dekat para pemain dan bahkan melakukan gestur yang menyerupai gerakan tari khasnya di tengah suasana selebrasi.
Akibatnya, momen yang seharusnya sepenuhnya menjadi milik Rodri dan rekan-rekannya berubah menjadi peristiwa yang juga dipenuhi sorotan terhadap kehadiran Presiden Amerika Serikat tersebut.
Para pemain akhirnya tetap memulai pesta juara meski Trump masih berada di sekitar lingkaran selebrasi saat trofi diangkat tinggi.
Insiden serupa bukan kali pertama melibatkan Trump dalam seremoni penyerahan trofi sepak bola internasional.
Pada final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, Trump juga mendampingi Gianni Infantino menyerahkan trofi kepada kapten Chelsea, Reece James, setelah tim Inggris itu mengalahkan Paris Saint-Germain.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga tidak segera meninggalkan podium sehingga para pemain Chelsea tampak menunggu sebelum memulai selebrasi resmi mereka.
Banyak pemain Chelsea terlihat saling memandang dengan ekspresi heran karena Trump tetap berada di tengah bingkai foto juara.
Peristiwa di final Piala Dunia 2026 membuat pola serupa kembali terulang hanya berselang satu tahun.
Kehadiran Trump kembali menjadi salah satu cerita utama pada malam yang semestinya sepenuhnya menjadi milik tim juara dunia.
Kehadiran Presiden Amerika Serikat juga memengaruhi penyelenggaraan pertandingan sejak sebelum laga dimulai.
Final berlangsung di bawah pengamanan luar biasa ketat yang melibatkan Dinas Rahasia Amerika Serikat.
Seluruh penonton beserta barang bawaan mereka menjalani pemeriksaan keamanan tambahan sebelum memasuki stadion.
Prosedur tersebut menyebabkan antrean panjang di sejumlah pintu masuk.
Sebagian suporter, jurnalis, dan petugas stadion dilaporkan mengalami keterlambatan memasuki arena pertandingan.
Pengamanan berlapis seperti ini merupakan standar yang lazim diterapkan setiap kali kepala negara Amerika Serikat menghadiri acara publik berskala besar untuk meminimalkan risiko keamanan.
Pada akhirnya, malam yang seharusnya dikenang karena gelar juara dunia kedua Spanyol dan keberhasilan Rodri mengangkat trofi justru ikut diwarnai kontroversi mengenai kehadiran Donald Trump yang bertahan di podium hingga detik-detik awal selebrasi resmi sang juara. (Ali)