Categories: Piala Dunia

Peluang Maroko Hadapi Prancis di Perempat Final: Duel Disiplin Atlas Lions vs Daya Ledak Les Bleus

SulawesiPos.com – Prancis dan Maroko akan bentrok pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Foxborough, Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.00 WIB, dalam laga yang terasa seperti ulangan semifinal terlalu dini. Jika melihat performa kedua tim sampai Kamis, 9 Juli 2026, Les Bleus sedikit lebih unggul dari sisi kedalaman skuad dan produktivitas, tetapi Singa Atlas tetap punya peluang besar bila mampu memaksa pertandingan berjalan ketat dan sabar.

Prancis datang dengan modal kemenangan beruntun sejak fase grup hingga 16 besar. Tim asuhan Didier Deschamps menang 1-0 atas Paraguay pada babak 16 besar melalui penalti Kylian Mbappe, dan sampai tahap ini kapten Prancis itu sudah mengoleksi tujuh gol. Selain Mbappe, Prancis juga memiliki Michael Olise yang sudah membukukan lima assist, membuat serangan mereka tidak hanya bergantung pada satu jalur.

Di sisi lain, Maroko lolos dengan momentum yang juga meyakinkan setelah menundukkan Kanada 3-0. Tim asuhan Mohamed Ouahbi tetap mempertahankan identitas yang membuat mereka ditakuti sejak Piala Dunia 2022, yakni bertahan rapat, disiplin menjaga jarak antarlini, lalu menyerang cepat ketika lawan kehilangan keseimbangan.

Perbedaan paling mencolok dari dua tim ini ada pada cara mereka membangun ancaman. Prancis lebih nyaman mendominasi bola, menekan tinggi, dan menciptakan banyak peluang dari kualitas individu para penyerangnya. Maroko justru lebih berbahaya ketika pertandingan pecah menjadi duel transisi, karena mereka punya bek sayap agresif, gelandang pekerja keras, dan penyerang yang efektif membaca ruang.

Adu Kekuatan dan Pemain Kunci

Kekuatan utama Prancis ada pada ketajaman lini depan dan kestabilan lini belakang. Mbappe tetap menjadi ancaman terbesar karena bisa mencetak gol bahkan ketika Prancis tidak sepenuhnya dominan. Di belakangnya, William Saliba membuat pertahanan Prancis terlihat lebih tenang, sementara Olise memberi warna lewat umpan akhir dan pergerakan antarlini.

Pelatih Prancis Didier Deschamps bahkan mengingatkan timnya agar tidak membuang terlalu banyak peluang. “Kedua tim memiliki kekuatan di semua lini. Kami memang cukup efektif, tetapi seharusnya bisa lebih baik lagi. Terkadang Anda menciptakan enam peluang dan hanya mencetak dua gol, sementara di kesempatan lain hanya memiliki dua peluang dan keduanya menjadi gol. Yang terpenting adalah efisiensi,” kata Deschamps.

Maroko memiliki senjata berbeda. Achraf Hakimi tetap menjadi figur sentral karena sanggup menjaga sisi kanan sekaligus membuka serangan balik. Brahim Diaz memberi kualitas pada sentuhan terakhir dan bola-bola progresif, sedangkan Azzedine Ounahi penting untuk menjaga ritme dan membawa bola keluar dari tekanan.

Namun Maroko kehilangan salah satu opsi penting di depan setelah Ismael Saibari dipastikan absen. “Dia belum siap hari ini, terlalu dini,” kata Mohamed Ouahbi. Absennya Saibari bisa mengurangi ledakan Maroko di area sepertiga akhir, meski Soufiane Rahimi tetap memberi opsi yang tajam sebagai pengganti.

Secara komparatif, Prancis lebih unggul dalam kualitas bangku cadangan, variasi serangan, dan pengalaman memainkan laga besar. Maroko unggul dalam disiplin struktur, kerja kolektif, dan kemampuan membuat lawan frustrasi. Itu sebabnya peluang Maroko akan membesar jika mereka bisa menahan Prancis tanpa kebobolan pada 30 menit pertama.

Jika Prancis mencetak gol lebih dulu, pertandingan cenderung mengarah ke kontrol Les Bleus karena mereka punya ruang lebih besar untuk memaksimalkan kecepatan Mbappe. Tetapi jika Maroko mampu menjaga skor tetap imbang cukup lama, tekanan bisa berbalik kepada Prancis dan laga berpotensi bergeser ke pertarungan mental serta detail kecil.

Prediksi laga ini cenderung ketat, tetapi Prancis masih layak sedikit diunggulkan berkat penyelesaian akhir dan kedalaman skuad yang lebih matang. Prediksi skor: Prancis 2-1 Maroko.

MN Abdurrahman

Share
Published by
MN Abdurrahman
Tags: Kylian Mbappé Maroko Piala Dunia 2026 Prancis