Ronaldo menangis setelah Portugal kalah menyakitkan 0-1 dari Spanyol di masa injury time dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa 7 Juli 2026 Wita.
SulawesiPos.com – Daftar tim yang kalah akibat gol injury time di Piala Dunia 2026 terus bertambah seiring berjalannya fase gugur hingga Selasa, 7 Juli 2026. Sejauh ini, sedikitnya lima tim harus menerima akhir pahit karena gol yang lahir pada momen paling akhir, yakni Jepang, Afrika Selatan, Kroasia, Senegal, dan Portugal.
Gol-gol telat itu bukan sekadar mengubah skor, tetapi langsung memutus perjalanan tim yang kalah di turnamen.
Dalam beberapa kasus, gol terjadi dari situasi terbuka, dalam kasus lain lahir lewat bola muntah, sundulan, sampai penalti yang diputuskan di penghujung laga.
Berikut rangkuman setiap tim yang tersingkir akibat gol injury time dan bagaimana gol tersebut terjadi.
Jepang tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah 1-2 dari Brasil pada 29 Juni 2026. Gol penentunya dicetak Gabriel Martinelli pada menit 90+5.
Gol itu lahir saat Brasil menekan di ujung laga dan memaksimalkan serangan terakhirnya.
Martinelli, yang masuk sebagai pemain pengganti, muncul untuk menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti dan membalikkan keadaan.
Bagi Jepang, gol itu sangat menyakitkan karena mereka sempat memimpin lebih dulu sebelum Brasil bangkit.
Afrika Selatan menjadi tim lain yang pulang karena gol injury time setelah kalah 0-1 dari Kanada pada babak 32 besar, 28 Juni 2026. Stephen Eustaquio mencetak gol kemenangan Kanada pada menit 90+2.
Gol tersebut berawal dari bola sapuan pertahanan Afrika Selatan yang tidak benar-benar aman.
Bola jatuh di depan Eustaquio di tepi kotak penalti, lalu gelandang Kanada itu langsung melepaskan tendangan keras ke sudut bawah gawang.
Gol itu mengantar Kanada mencetak sejarah ke babak 16 besar dan sekaligus mematahkan perlawanan Afrika Selatan di saat mereka hampir memaksa laga berlanjut.
Kroasia tersingkir setelah kalah 1-2 dari Portugal pada babak 32 besar, Kamis, 2 Juli 2026. Gol penentunya dicetak Goncalo Ramos pada menit 90+4.
Portugal memanfaatkan tekanan di penghujung pertandingan dan Ramos, yang masuk dari bangku cadangan, menyambar momen itu untuk mencetak gol kemenangan.
Gol telat tersebut menjadi pukulan telak bagi Kroasia, apalagi mereka sempat merasa masih punya peluang setelah terus melawan sampai akhir.
Drama kian besar karena gol penyeimbang Kroasia pada menit 90+12 kemudian dianulir VAR.
Senegal mengalami nasib paling dramatis ketika kalah 2-3 dari Belgia pada babak 32 besar, Rabu, 1 Juli 2026. Gol penentu dicetak Youri Tielemans lewat penalti pada injury time babak tambahan.
Gol itu lahir setelah Belgia mendapatkan penalti melalui tinjauan VAR di ujung extra time. Tielemans maju sebagai eksekutor dan menuntaskannya untuk melengkapi kebangkitan Belgia dari ketertinggalan 0-2.
Bagi Senegal, kekalahan ini terasa sangat pahit karena mereka sudah begitu dekat dengan tiket ke babak berikutnya sebelum akhirnya dihukum dari titik putih.
Portugal menjadi korban terbaru gol injury time setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar, Senin, 6 Juli 2026. Gol satu-satunya dicetak Mikel Merino pada menit 90+1.
Gol itu berawal dari umpan Ferran Torres yang menembus pertahanan Portugal. Merino bergerak menyambut bola dan menuntaskannya dengan sepakan rendah melewati Diogo Costa.
Setelah bertahan rapat hampir sepanjang laga, Portugal justru runtuh sesaat sebelum pertandingan selesai, dan gol itu sekaligus menutup perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia.
Daftar ini menunjukkan betapa kejamnya fase gugur Piala Dunia 2026.
Satu momen lengah di injury time cukup untuk menghapus kerja keras selama 90 menit, bahkan lebih.
Bagi tim-tim yang kalah, gol telat itu bukan hanya mengubah hasil, tetapi juga langsung mengakhiri mimpi mereka di turnamen.