Momen Khvicha Kvaratskhelia memakai jersey Portugal. dok/fabriziorom
SulawesiPos.com – Gelombang penghormatan untuk Cristiano Ronaldo setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 tidak hanya datang dari kalangan suporter, tetapi juga dari sesama pesepak bola top dunia. Nama Khvicha Kvaratskhelia ikut menjadi sorotan setelah momen penghormatannya kepada sang mega bintang ramai diperbincangkan seusai kekalahan Portugal dari Spanyol.
Portugal tersingkir setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Senin, 6 Juli 2026 waktu setempat. Gol telat Mikel Merino memastikan langkah La Roja ke perempat final, sekaligus menutup perjalanan Ronaldo di panggung Piala Dunia untuk selamanya.
Di tengah suasana emosional itu, Kvaratskhelia disebut ikut menunjukkan respek kepada Ronaldo lewat momen penghormatan yang beredar di media sosial.
Sorotan itu cepat menyebar karena winger Georgia tersebut memang dikenal memiliki kedekatan emosional dengan figur Ronaldo, baik sebagai lawan maupun sebagai salah satu pemain yang lama menghormatinya.
Momen tersebut menambah panjang daftar penghormatan yang mengiringi akhir perjalanan CR7 di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Bagi banyak penggemar, penghormatan dari pemain sekelas Kvaratskhelia terasa penting karena datang dari sosok yang juga menjadi bintang besar generasi baru Eropa.
Nama Kvaratskhelia memang bukan kali pertama dikaitkan dengan Ronaldo. Pada Euro 2024, ia sempat menjadi perhatian setelah membantu Georgia mengalahkan Portugal, lalu tetap menunjukkan respek kepada Ronaldo seusai laga.
Hubungan emosional itu kembali diingat publik saat Portugal resmi tersingkir di Piala Dunia 2026.
Karena itu, ketika momen penghormatan Kvaratskhelia kembali ramai dibicarakan, banyak penggemar melihatnya sebagai simbol bahwa pengaruh Ronaldo melampaui generasi dan batas negara.
Ia bukan hanya ikon Portugal, tetapi juga figur yang membentuk imajinasi banyak pemain muda yang kini sudah menjadi bintang di panggung elite.
Berakhirnya perjalanan Ronaldo di Piala Dunia 2026 memang memicu reaksi luas.
Kapten Portugal berusia 41 tahun itu sebelumnya sudah menegaskan bahwa edisi kali ini akan menjadi yang terakhir baginya. Kekalahan dari Spanyol pun berubah menjadi perpisahan emosional bagi salah satu nama terbesar dalam sejarah sepak bola.
Di sisi lain, Spanyol melaju ke perempat final untuk menghadapi Belgia. Namun di luar hasil pertandingan, salah satu cerita yang paling kuat justru datang dari gelombang penghormatan untuk Ronaldo, termasuk dari Kvaratskhelia, yang menegaskan bahwa warisan CR7 tetap hidup jauh melampaui satu malam pahit di Texas.