SulawesiPos.com – Nama Belinda kembali ramai dibicarakan di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, bukan hanya karena keterlibatannya dalam rangkaian acara resmi FIFA, tetapi juga karena nostalgia warganet Indonesia yang mengenangnya sebagai salah satu wajah ikonik telenovela “Amigos Por Siempre” era 2000-an.
Percakapan itu menguat setelah unggahan di media sosial menyoroti perubahan peran Belinda dari bintang layar kaca yang dulu akrab bagi penonton Indonesia menjadi bagian dari pesta akbar sepak bola dunia.
Ikon Telenovela ke Panggung Piala Dunia
Di ruang digital, banyak pengguna internet menautkan kembali ingatan lama mereka terhadap sosok Belinda dengan kiprahnya sekarang di panggung global.
Belinda memang mengambil bagian dalam rangkaian hiburan resmi Piala Dunia 2026.
FIFA pada 17 April 2026 mengumumkan lagu Por Ella yang dibawakan Belinda bersama Los Ángeles Azules sebagai single kedua dari Official FIFA World Cup 2026 Album.
Lagu itu disebut membawa warna Meksiko yang kuat ke proyek musik resmi turnamen.
Keterlibatan Belinda tidak berhenti di sana. FIFA juga memasukkan namanya dalam jajaran penampil Countdown Concert di Mexico City pada 10 Juni 2026 bersama Los Ángeles Azules dan Elena Rose.
Sehari kemudian, Belinda kembali masuk dalam susunan pengisi acara upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City Stadium, bersama sederet nama besar seperti Shakira, Burna Boy, J Balvin, Danny Ocean, Lila Downs, Maná, dan Alejandro Fernández.
Nostalgia Lama, Panggung Baru
Bagi banyak warganet Indonesia, kemunculan Belinda di panggung Piala Dunia terasa menarik karena membawa memori lintas generasi.
Sosok yang dulu dikenal lewat dunia hiburan remaja Amerika Latin kini tampil dalam salah satu perhelatan olahraga terbesar di dunia.
Perubahan itu membuat Belinda tidak hanya hadir sebagai penyanyi tamu biasa, tetapi juga sebagai simbol bagaimana figur pop Latin bisa menjangkau audiens yang jauh lebih luas lewat sepak bola.
Di saat Piala Dunia 2026 menggabungkan unsur olahraga, musik, dan budaya pop, kehadiran Belinda menjadi salah satu contoh paling menonjol.
Sorotan publik terhadap Belinda juga memperlihatkan bahwa Piala Dunia modern tak lagi hanya berbicara soal hasil pertandingan.
Turnamen sebesar ini ikut membuka ruang bagi nostalgia, identitas budaya, dan pertemuan kembali figur-figur lama dengan audiens baru.


