Ronald Koeman Tinggalkan Timnas Belanda usai Gagal di Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Ronald Koeman resmi meninggalkan jabatan pelatih tim nasional Belanda setelah Oranje gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil seusai Belanda tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti, hasil yang sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Koeman selama tiga tahun.

Kepergian Koeman datang tak lama setelah Belanda gagal mempertahankan keunggulan dalam laga hidup-mati tersebut. Oranje sempat berada di posisi unggul, tetapi Maroko mampu menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi Belanda yang datang ke turnamen dengan harapan melaju lebih dalam. Alih-alih melangkah ke fase berikutnya, langkah Oranje justru terhenti lebih cepat, dan hasil itu langsung memicu perubahan di kursi pelatih.

Akhiri Periode Kedua Bersama Oranje

Pengunduran diri Koeman menutup periode keduanya bersama tim nasional Belanda. Dalam tiga tahun terakhir, ia memimpin Oranje di tengah ekspektasi besar untuk mengembalikan daya saing tim di panggung internasional, termasuk di Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Argentina Diunggulkan di Piala Dunia 2026, H. Muslimin Yakin Albiceleste Kembali Juara

Setelah tersingkir, Koeman dilaporkan menyerahkan pengunduran dirinya kepada federasi sepak bola Belanda. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan pelatih berusia 63 tahun itu bersama salah satu tim nasional paling disorot di Eropa.

Hasil melawan Maroko menjadi laga terakhir Koeman bersama Belanda. Kegagalan di fase gugur awal membuat evaluasi terhadap perjalanan Oranje di turnamen ini tak terelakkan, sekaligus membuka babak baru bagi Belanda untuk mencari arah baru di kursi pelatih.

SulawesiPos.com – Ronald Koeman resmi meninggalkan jabatan pelatih tim nasional Belanda setelah Oranje gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil seusai Belanda tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti, hasil yang sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Koeman selama tiga tahun.

Kepergian Koeman datang tak lama setelah Belanda gagal mempertahankan keunggulan dalam laga hidup-mati tersebut. Oranje sempat berada di posisi unggul, tetapi Maroko mampu menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi Belanda yang datang ke turnamen dengan harapan melaju lebih dalam. Alih-alih melangkah ke fase berikutnya, langkah Oranje justru terhenti lebih cepat, dan hasil itu langsung memicu perubahan di kursi pelatih.

Akhiri Periode Kedua Bersama Oranje

Pengunduran diri Koeman menutup periode keduanya bersama tim nasional Belanda. Dalam tiga tahun terakhir, ia memimpin Oranje di tengah ekspektasi besar untuk mengembalikan daya saing tim di panggung internasional, termasuk di Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Superkomputer Opta Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Argentina Tempel Ketat Berkat Jalur Gugur yang Lebih Ringan

Setelah tersingkir, Koeman dilaporkan menyerahkan pengunduran dirinya kepada federasi sepak bola Belanda. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan pelatih berusia 63 tahun itu bersama salah satu tim nasional paling disorot di Eropa.

Hasil melawan Maroko menjadi laga terakhir Koeman bersama Belanda. Kegagalan di fase gugur awal membuat evaluasi terhadap perjalanan Oranje di turnamen ini tak terelakkan, sekaligus membuka babak baru bagi Belanda untuk mencari arah baru di kursi pelatih.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru