SulawesiPos.com – Kapten tim nasional Jerman Joshua Kimmich mengakui timnya layak kalah 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Pengakuan itu muncul setelah Der Panzer gagal menjaga kendali permainan meski sempat unggul cepat, sehingga kekalahan ini berubah menjadi alarm serius menjelang fase gugur.
Dilansir dari JawaPos.com yang mengutip Antara pada Jumat (26/6/2026), Kimmich menilai Jerman tidak cukup baik setelah membuka keunggulan lebih dahulu. Menurut dia, timnya justru membiarkan Ekuador berkembang dan mengambil alih ritme pertandingan.
“Setelah unggul 1-0, kami kehilangan kendali permainan. Kami terlalu mudah kehilangan bola dan mengundang lawan masuk ke dalam pertandingan. Kami layak kalah,” kata Kimmich seperti dikutip Antara.
Dalam pertandingan itu, Jerman sempat memimpin pada menit kedua lewat Leroy Sane. Namun Ekuador merespons cepat melalui gol penyama kedudukan Nilson Angulo pada menit kesembilan sebelum Gonzalo Plata memastikan kemenangan 2-1 pada menit ke-77.
Unggul cepat, Jerman justru kehilangan kendali permainan
Kimmich menegaskan masalah utama Jerman bukan terletak pada awal pertandingan, melainkan ketidakmampuan menjaga tempo setelah mencetak gol cepat. Ia menilai Der Panzer terlalu sering kehilangan bola dan memberi ruang bagi Ekuador untuk membangun tekanan.
Keterangan resmi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) juga menunjukkan hasil ini menjadi kekalahan Jerman pada laga terakhir fase grup, meski tim asuhan Julian Nagelsmann tetap melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup E. Artinya, secara hasil akhir di klasemen Jerman tetap aman, tetapi performa mereka meninggalkan tanda tanya.
AP melaporkan kemenangan Ekuador memastikan tim Amerika Selatan itu lolos ke fase gugur setelah finis dengan empat poin. Di sisi lain, Jerman harus menerima kenyataan bahwa kemenangan besar dan stabilitas permainan yang sempat terlihat di dua laga sebelumnya tidak muncul dalam laga penutup grup ini.
Bagi Jerman, kekalahan tersebut terasa penting karena datang pada momen ketika tim seharusnya membangun kepercayaan diri menuju fase knockout. Sebaliknya, laga melawan Ekuador justru memperlihatkan bahwa keunggulan cepat tidak cukup jika kontrol permainan mudah lepas.
Hasil tak menggagalkan lolos, tetapi jadi peringatan jelang babak 32 besar
DFB menyebut Jerman tetap melangkah ke babak 32 besar dan dijadwalkan bermain lagi di Foxborough pada Senin mendatang. Lawan mereka memang belum dipastikan saat laporan itu dirilis, tetapi fokus utama jelas mengarah pada pembenahan permainan setelah kekalahan dari Ekuador.
Tekanan kini mengarah pada Julian Nagelsmann untuk memastikan timnya tidak mengulangi kesalahan serupa di fase gugur. Jika Jerman kembali kehilangan keseimbangan usai unggul, risiko tersingkir akan jauh lebih besar karena mereka tak lagi memiliki ruang untuk memperbaiki hasil di laga berikutnya.
Kimmich pun memberi penilaian yang cukup gamblang bahwa kekalahan ini pantas diterima Jerman. Pengakuan itu menunjukkan bahwa evaluasi internal kemungkinan akan diarahkan pada penguasaan bola, disiplin transisi, dan kestabilan ritme permainan saat menghadapi lawan yang lebih agresif.
Dengan status juara grup, Jerman memang masih berada di jalur aman pada Piala Dunia 2026. Namun kekalahan 1-2 dari Ekuador telah memberi pesan jelas bahwa Der Panzer tidak bisa hanya mengandalkan start cepat jika ingin melangkah jauh di turnamen ini.


