SulawesiPos.com – Gelandang legendaris sekaligus kapten tim nasional Kroasia, Luka Modrić, resmi mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia.
Pemain berusia 40 tahun tersebut sukses menggenapi catatan penampilannya menjadi 200 caps internasional saat memimpin Kroasia menghadapi Panama pada laga lanjutan fase grup Piala Dunia 2026 di Toronto, Rabu (24/6/2026).
Momen bersejarah ini kian sempurna setelah Kroasia berhasil mengamankan kemenangan krusial 1-0 atas Panama lewat gol tunggal Ante Budimir pada menit ke-54.
Hasil ini sekaligus menjaga asa Vatreni untuk lolos ke babak 32 besar setelah sempat tersandung di laga pembuka melawan Inggris.
Seusai peluit panjang dibunyikan, atmosfer emosional langsung menyelimuti lapangan. Rekan-rekan setim Modrić langsung mengerumuni sang jenderal lapangan tengah dan melemparkannya ke udara sebagai bentuk penghormatan.
Pihak skuad Kroasia juga memberikan jersi khusus bernomor punggung 200 sebelum mereka merayakannya bersama para suporter di tribun stadion.
Masuk Klub Elite Dunia Bersama Ronaldo dan Messi
Dengan pencapaian luar biasa ini, bintang AC Milan tersebut resmi menjadi pemain pria keempat dalam sejarah sepak bola dunia yang mampu menembus angka keramat 200 penampilan bersama tim nasional.
Modrić kini sejajar dengan barisan pemain langka yang memiliki rekor penampilan internasional terbanyak, bersanding bersama nama-nama legendaris seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Bader Al-Mutawa.
Pencapaian ini menjadi penegas status Modrić sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa. Sejak debutnya dua dekade lalu, mantan ikon Real Madrid ini telah mempersembahkan berbagai momen magis, termasuk membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia 2018 dan merengkuh gelar Ballon d’Or pada tahun yang sama.
Panggung Terakhir sang Maestro
Turnamen Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara ini dilaporkan bakal menjadi panggung terakhir atau last dance bagi karier profesional Modrić di level internasional.
Kendati sudah menginjak usia kepala empat, visi bermain dan pengaruhnya di ruang ganti tetap menjadi fondasi utama bagi generasi baru sepak bola Kroasia.
Kemenangan atas Panama tidak hanya bermakna tiga poin penting bagi Kroasia, melainkan sebuah kado terindah bagi sang kapten yang telah mendedikasikan seluruh jiwa dan raganya untuk seragam kotak-kotak khas negara pecahan Yugoslavia tersebut.


