SulawesiPos.com – Federasi Sepak Bola Tunisia memecat pelatih kepala Sabri Lamouchi setelah timnya kalah telak 5-1 dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026).
Keputusan cepat itu diambil setelah Tunisia gagal menunjukkan performa meyakinkan dan langsung terpuruk di awal turnamen.
Pemecatan Sabri Lamouchi menjadi salah satu kejutan awal Piala Dunia 2026. Tunisia mengambil langkah drastis hanya setelah satu pertandingan di fase grup.
Kekalahan 5-1 dari Swedia menjadi alasan utama keputusan tersebut. Dalam laga itu, Tunisia kesulitan mengimbangi agresivitas Swedia yang tampil efektif sejak awal pertandingan.
Swedia mencetak lima gol melalui Yasin Ayari, Alexander Isak, Viktor Gyökeres, Mattias Svanberg, dan gol kedua Ayari pada masa injury time. Tunisia hanya mampu membalas lewat Omar Rekik.
Hasil tersebut membuat posisi Tunisia di Grup F langsung berat. Mereka harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Informasi pemecatan Lamouchi juga disampaikan jurnalis transfer Fabrizio Romano melalui unggahan Instagram.
“BREAKING: TUNISIA SACK HEAD COACH SABRI LAMOUCHI AFTER OPENING GAME DEFEAT!” tulis Fabrizio Romano.
Mondher Kebaier Disiapkan Jadi Pelatih Interim
Setelah memecat Lamouchi, Tunisia disebut menyiapkan Mondher Kebaier sebagai pelatih interim.
Kebaier bukan sosok asing bagi sepak bola Tunisia. Ia pernah menangani tim nasional Tunisia pada periode sebelumnya dan kini diproyeksikan memimpin tim dalam laga sisa fase grup.
“Plans are under way to appoint Mondher Kebaier as the new national team coach on an interim basis, Federation confirm,” tulis Fabrizio Romano.
Keputusan ini menunjukkan Tunisia ingin bergerak cepat sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
Laga Berat Menanti Tunisia
Tunisia masih harus menjalani pertandingan sisa di Grup F. Dengan kekalahan telak pada laga pembuka, tekanan terhadap skuad semakin besar.
Pergantian pelatih di tengah turnamen tentu bukan situasi ideal. Namun, federasi tampaknya berharap perubahan cepat dapat memberi dampak psikologis bagi pemain.
Tunisia membutuhkan hasil positif pada laga berikutnya agar peluang mereka di Piala Dunia 2026 tidak tertutup terlalu dini.


