SulawesiPos.com — Kabar mengejutkan datang dari Timnas Ghana jelang laga perdana Grup L Piala Dunia 2026.
Gelandang andalan mereka, Thomas Partey, dipastikan tidak dapat memperkuat The Black Stars saat menghadapi Panama setelah pemerintah Kanada menolak permohonan visa sang pemain.
Penolakan tersebut membuat mantan gelandang Arsenal yang kini memperkuat Villarreal itu tidak bisa memasuki wilayah Kanada, tempat pertandingan pembuka Ghana digelar di Toronto.
Absennya Partey menjadi pukulan telak bagi Ghana yang mengandalkan pengalaman pemain berusia 32 tahun tersebut di lini tengah dalam upaya mengawali turnamen dengan hasil positif.
Menurut laporan ESPN dan BBC Sport, keputusan pemerintah Kanada berkaitan dengan proses hukum yang tengah dihadapi Thomas Partey di Inggris.
Saat ini, Partey berstatus jaminan setelah menghadapi tujuh dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan pelecehan seksual yang melibatkan empat perempuan berbeda.
Meski demikian, Partey telah menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut.
“Thomas Partey membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan akan membela diri melalui proses hukum yang berlaku,” demikian pernyataan dari tim kuasa hukum Partey, Jumat 12 Mei 2026.
Sidang pembuktian atas perkara tersebut dijadwalkan berlangsung di London pada Juni 2027.
Kanada dikenal memiliki regulasi imigrasi yang ketat terhadap individu yang tengah menghadapi atau pernah terlibat kasus pidana serius.
Berdasarkan aturan tersebut, pemerintah Kanada memiliki kewenangan penuh untuk menolak izin masuk seseorang apabila dinilai tidak memenuhi persyaratan hukum keimigrasian.
Keputusan itu berlaku terlepas dari status seseorang sebagai atlet profesional atau peserta ajang olahraga internasional.
FIFA menegaskan bahwa keputusan terkait izin masuk peserta Piala Dunia sepenuhnya menjadi kewenangan negara tuan rumah.
“FIFA menghormati proses dan aturan imigrasi yang berlaku di setiap negara tuan rumah. Keputusan terkait izin masuk merupakan otoritas pemerintah setempat,” demikian pernyataan resmi FIFA.
Dengan demikian, badan sepak bola dunia tersebut tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi keputusan pemerintah Kanada terkait kasus Partey.
Meski tidak dapat tampil melawan Panama di Toronto, peluang Partey untuk membela Ghana pada pertandingan berikutnya masih terbuka.
Hal itu karena dua laga sisa Grup L akan digelar di Amerika Serikat, yakni menghadapi Inggris di Boston dan Kroasia di Philadelphia.
Saat ini, Partey dikabarkan tetap berada di kamp latihan Ghana yang berlokasi di Boston sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.
Apabila tidak menemui kendala keimigrasian di Amerika Serikat, mantan bintang Arsenal tersebut berpeluang kembali memperkuat The Black Stars pada dua pertandingan krusial tersebut.
Absennya Thomas Partey pada laga pembuka tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Ghana.
Namun, tim asuhan Otto Addo dituntut untuk tetap tampil kompetitif demi menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.


