Kategori: News

SPIDI Makkah Buka Program Pendidikan Al-Qur’an dan Leadership untuk Anak Indonesia di Tanah Suci

SulawesiPos.com — Makkah selalu menjadi tempat yang dirindukan umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahunnya, jutaan orang datang untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

Namun, di luar peran utamanya sebagai tujuan ibadah, kota suci ini juga menyimpan potensi besar sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia melalui hadirnya program SPIDI Makkah.

Melalui gagasan Living and Learning in Makkah, SPIDI Makkah diproyeksikan sebagai institusi pendidikan di Tanah Suci yang memanfaatkan lingkungan keilmuan serta kehidupan spiritual Kota Makkah untuk membina dan melatih anak-anak Indonesia secara langsung.

“Mengapa Makkah? Karena Makkah bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah Tanah Haram, tanah wahyu, tempat Ka‘bah berdiri dan menjadi kiblat kaum Muslimin. Di tanah inilah Rasulullah SAW memulai perjuangan dakwah tauhid, menyeru manusia untuk beribadah hanya kepada Allah SWT, serta meletakkan fondasi keimanan dan peradaban Islam,” ujar Direktur SPIDI Makkah, Dr. Muthahhir Arif.

Pengelola SPIDI Makkah menekankan pentingnya memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk tidak hanya mengenal Tanah Suci secara singkat melalui perjalanan ibadah, tetapi juga menetap, belajar, dan bertumbuh di dalamnya.

“Kita ingin anak-anak kita bukan hanya berkunjung ke Makkah, tetapi juga hidup, belajar, beribadah, dan bertumbuh dalam suasana spiritual Tanah Suci. Agar mereka tidak sekadar mengenal sejarah Islam, tetapi juga menyerap nilai-nilai keimanan, keteladanan, dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan mereka,” lanjutnya.

Salah satu program utama yang dikembangkan oleh SPIDI Makkah adalah pendidikan kepemimpinan (leadership) yang mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu Bahasa Arab, Al-Qur’an, dan pembentukan karakter. Dalam program ini, peserta akan belajar Bahasa Arab bersama penutur asli (native speaker) serta mendalami Al-Qur’an di bawah bimbingan para syaikh dan syaikhah yang ahli di bidangnya.

Program pendidikan di SPIDI Makkah ini didukung melalui kerja sama dengan Jam‘iyyah Al-Balad Al-Amin Al-‘Ilmiyyah Makkah, sebuah lembaga resmi di bawah Kementerian Pendidikan Arab Saudi, bersama Syaikh Prof. Dr. Ali Salih Al-Mihmadi serta para pakar pendidikan setempat.

Sejumlah lembaga dan lingkungan pendidikan di Makkah seperti Rabwah Makkah, Ma’had Darus Safwah An-Nisā’iyyah lil-Qur’ānil Karīm, Masjid Ar-Rajhi, hingga Masjidil Haram turut menjadi bagian dari jejaring pembinaan spiritual para siswa.

Selama program berlangsung intensif lima hari setiap pekan, para peserta tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diajak mengeksplorasi tempat-tempat bersejarah, mengenal kawasan Masyā‘ir al-Harām, mempraktikkan manasik haji, serta mengikuti aktivitas olahraga seperti berkuda, memanah, dan berenang.

“Semua pengalaman itu kita arahkan kepada pilar ketiga, yaitu Leadership: membentuk pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan mampu memimpin dirinya sendiri,” jelas Muthahhir.

Harapannya, seluruh pengalaman dan nilai-nilai keislaman yang didapat peserta selama belajar di SPIDI Makkah dapat terus dibawa hingga kembali ke Indonesia dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, ketika mereka kembali nanti, mereka tidak hanya membawa kenangan dari Makkah, tetapi membawa Makkah di dalam hati mereka: Bahasa Arab yang lebih hidup, hubungan dengan Al-Qur’an yang lebih kuat, dan karakter kepemimpinan yang lebih matang,” tuturnya.

“Semoga Allah memberkahi SPIDI MAKKAH dan menjadikannya jalan lahirnya generasi yang berilmu, beradab, dan bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.

 

MN Abdurrahman

Bagikan
Diterbitkan oleh
MN Abdurrahman
Tag: Belajar di Makkah Generasi Muda Islam Leadership Living and Learning in Makkah Muthahhir Arif Pendidikan Al-Qur'an Pendidikan Islam Sekolah Indonesia Makkah SPIDI Makkah Tanah Suci