Kategori: News

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Toraja memanfaatkan potensi lahan untuk mengembangkan komoditas perkebunan, mulai dari kopi, jambu mete, kelapa, kakao hingga lada.

Pemerintah, kata dia, siap memberikan dukungan untuk pengembangan komoditas tersebut.

Ajakan itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) V Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Sabtu (10/10/2026).

Ia mendorong masyarakat yang memiliki lahan untuk mendaftarkan diri agar dapat memperoleh bantuan pengembangan pertanian.

“Yang punya lahan, silakan daftar. Kopi ada, mete, lada, kelapa ada. Silakan,” ujar Mentan Amran.

Ia menegaskan, dukungan pemerintah untuk komoditas tersebut diberikan secara gratis. Pengembangan potensi perkebunan lokal diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat Toraja.

Mentan Amran juga mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan Tana Toraja. Ia mengaku pernah tinggal di kawasan tersebut saat masih kecil dan memiliki keluarga besar di Toraja.

“Saya warga dari Tator juga. Saya tinggal di Jalan Nusantara dulu, di Tator, lama. Keluarga besar saya di Tator,” katanya.

Kenang Bantuan Kopi untuk Tana Toraja

Mentan Amran menyebut, dukungan terhadap pengembangan kopi di Tana Toraja pernah diberikan ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Pertanian pada periode sebelumnya.

Ia berharap pengembangan komoditas tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Bantuan terbesar kopi adalah di Tator pada saat itu. Tujuh tahun yang lalu. Itu bantuan kopi luar biasa saya kirim,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mentn Amran juga memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian nasional.

Ia menyebut, Indonesia telah mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal pemerintah.

“Alhamdulillah kita sekarang ini sudah capai swasembada beras dan tercepat sepanjang sejarah. Hanya dalam waktu satu tahun,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, petani, penyuluh hingga pemerintah daerah.

Ia menilai kolaborasi diperlukan untuk menjaga produksi pangan dan memperkuat sektor pertanian.

Selain itu, Mentan Amran menyinggung kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk membantu petani menekan biaya produksi.

“Selama Republik ini berdiri, tidak pernah terjadi,” kata Amran.

Ia juga menyebut, Nilai Tukar Petani (NTP) telah mencapai 131,11, yang menurutnya merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah. NTP menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan daya beli petani.

Mentan Amran menekankan bahwa penguatan pertanian perlu didukung kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Ia berharap potensi komoditas perkebunan di Toraja dapat dikembangkan untuk memperluas kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian nasional.

“Tidak ada sukses berjalan sendirian. Tidak ada, harus kolaborasi,” tegasnya.

Nur Ainun Afiah

Bagikan
Diterbitkan oleh
Nur Ainun Afiah
Tag: Komoditas Unggulan Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian kopi toraja