Musda XV REI Sulsel di Hotel Claro Makassar diwarnai calon tunggal Badris Salam. Pemkot Makassar apresiasi kontribusi pengusaha properti terhadap ekonomi daerah
SulawesiPos.com – Guru Besar Ilmu Statistika sekaligus Dekan FMIPA UNM, Prof. Suwardi Annas, M.Si, Ph.D. resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode berikutnya, Rabu (7/10/2026).
Pendaftaran dilakukan di Gedung Pinisi UNM Lantai 14. Suwardi datang dengan rombongan sekitar 100 orang, terdiri dari 41 guru besar, 5 dekan, dan perwakilan dari 10 fakultas.
Menurut Suwardi, kehadiran rombongan tersebut merupakan gambaran semangat kebersamaan lintas disiplin di UNM, bukan sekadar menunjukkan kekuatan dukungan.
“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa semangat membangun UNM dapat mempertemukan berbagai disiplin dan fakultas dalam satu ruang kebersamaan,” kata Suwardi usai mendaftar.
Suwardi menyebut dukungan untuk dirinya saat ini berada di kisaran 35 persen dari total suara Senat, berdasarkan komunikasi yang telah terbangun. Namun, ia menegaskan tetap menghormati independensi Senat.
Secara khusus, ia meminta anggota Senat yang telah menyatakan dukungan untuk tidak ikut dalam rombongan pendaftaran guna menjaga marwah dan independensi kelembagaan Senat dalam seluruh tahapan pemilihan rektor.
“Memang kami yang secara khusus meminta rekan-rekan anggota Senat yang telah menyampaikan dukungan untuk tidak ikut dalam rombongan pendaftaran,” ujarnya.
Suwardi datang dengan membawa gagasan menggerakkan inovasi dan kolaborasi menuju UNM yang berdaya saing dan bereputasi global. Gagasan tersebut meliputi pembangunan kelompok riset lintas fakultas, penguatan peran guru besar sebagai lokomotif akademik, penguatan jejaring alumni, internasionalisasi mahasiswa, hingga hilirisasi inovasi.
“Ranking adalah konsekuensi. Kualitas, produktivitas, jejaring, dan dampak adalah pekerjaan utamanya,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menawarkan penanganan tawuran mahasiswa melalui penguatan sistem deteksi dini, ruang interaksi lintas fakultas, penegakan aturan tegas dan adil, serta pembangunan kultur kampus sebagai ruang nalar.
Pendaftaran tersebut turut menarik perhatian karena dihadiri Prof. Sukardi Weda yang juga merupakan bakal calon Rektor UNM. Suwardi menilai kehadiran itu menunjukkan kolegialitas tetap terjaga meski berada dalam kontestasi yang sama.
“Kita bisa berada dalam kontestasi yang sama, memiliki gagasan masing-masing, tetapi tetap menjaga persahabatan, kolegialitas, dan kecintaan kepada institusi,” katanya.