Ilustrasi Pengendara melintas di sekitar Pasar Sentral Sengkang saat aktivitas perdagangan berlangsung.
SulawesiPos.com – Aktivitas di sekitar Pasar Sentral Sengkang, Kabupaten Wajo, membuat arus kendaraan perlu dihadapi dengan kecepatan dan jarak yang disesuaikan.
Pasar yang berada di Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Lapongkoda, Kecamatan Tempe, tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA.
Aktivitas perdagangan juga dapat meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran, ketika pembeli dari sejumlah daerah seperti Sidrap dan Soppeng datang berbelanja di pasar tersebut.
Kondisi lalu lintas di kawasan pasar membuat pengendara perlu memperhatikan kendaraan yang berhenti, aktivitas bongkar muat, serta ruang untuk berpapasan.
Aktivitas bongkar muat truk dan kendaraan yang berhenti di bahu jalan dapat membuat ruang kendaraan menjadi lebih terbatas di sekitar kawasan pasar.
Sebagian pengunjung juga menggunakan kendaraan pribadi sehingga aktivitas parkir menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika melintasi kawasan perdagangan tersebut.
Ruang jalan yang lebih terbatas membuat pengendara perlu menjaga kecepatan agar tetap memiliki waktu untuk menyesuaikan posisi ketika berpapasan dengan kendaraan lain.
Tips pertama, jaga jarak dengan kendaraan di depan dan hindari masuk ke celah yang terlalu sempit ketika arus lalu lintas sedang rapat.
Ruang yang cukup di depan kendaraan memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk menyesuaikan kecepatan ketika kendaraan lain berhenti atau mulai bergerak.
Tips kedua, beri perhatian lebih ketika melewati truk atau kendaraan besar yang sedang melakukan aktivitas bongkar muat di sekitar pasar.
Kendaraan besar memiliki beberapa titik buta yang dapat membatasi pandangan pengemudi, sehingga pengendara sebaiknya tidak terlalu lama berada sejajar dengannya.
Ketika mengikuti kendaraan besar, pengendara juga perlu menjaga jarak agar memiliki waktu yang cukup untuk merespons perubahan kecepatan kendaraan di depan.
Tips ketiga, kurangi kecepatan dan sisakan ruang ketika melewati kendaraan yang sedang berhenti di bahu atau badan jalan.
Kendaraan yang berhenti dapat kembali bergerak atau membuka pintu sehingga pengendara perlu memberikan ruang yang cukup ketika melewatinya.
Tips keempat, ketika ruang jalan menyempit akibat kendaraan parkir atau aktivitas bongkar muat, berikan kesempatan kepada kendaraan dari arah berlawanan untuk melintas.
Pengemudi juga sebaiknya memperhatikan kondisi sekitar dan menghindari berhenti di tengah jalan ketika ruang untuk berpapasan sedang terbatas.
Menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak, serta memberi ruang ketika berpapasan menjadi kebiasaan berkendara yang dapat diterapkan selama melewati kawasan pasar.
Pengendara juga dapat mengatur waktu perjalanan di luar periode aktivitas perdagangan yang meningkat, terutama ketika terdapat pengaturan lalu lintas khusus menjelang hari besar.