Irjen Pol Dr Awal Chairuddin, Kapolda Sulsel yang mantan ajudan Jusuf Kalla semasa Wakil Presiden.
SulawesiPos.com – Irjen Pol Dr M. Awal Chairuddin SIK MH dipercaya menjadi Kapolda Sulsel setelah meniti karier dari Korps Brimob, reserse Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya, hingga menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jenderal kelahiran Makassar, 3 Desember 1971, itu membawa pengalaman memimpin satuan kewilayahan, mengelola administrasi kepolisian, meraih doktor administrasi publik, dan memimpin organisasi olahraga nasional ke jabatan barunya.
Irjen Awal Chaeruddin ditunjuk mengantikan Irjen Pol Djuhandani Raharjo yang mutasi ke Mabes Polri. Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan melalui Wakapolri, Komjen Pol Wahyu Adiningrat.
Penugasan tersebut menjadi babak baru bagi perwira lulusan Akpol 1994 yang pernah memimpin kepolisian resor, bertugas di lingkungan Mabes Polri, mendampingi Wakil Presiden pada 2017–2019, serta dipercaya menjadi Ketua Umum PP PESTI periode 2023–2028.
Awal Chairuddin merupakan putra almarhum Chairuddin Burhan, yang pernah memimpin perwakilan Lembaga Administrasi Negara di Sulawesi Selatan, dan Hatma Tamma, dosen Universitas Hasanuddin.
Latar keluarganya menempatkan pendidikan, pengabdian, dan kedisiplinan sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“Orangtua saya mengajarkan agar saya selalu rendah hati dan menekankan tentang kedisiplinan,” ujar Awal dalam profil yang diterbitkan saat ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya.
Awal menempuh pendidikan kepolisian melalui Akademi Kepolisian dan lulus pada 1994. Ia kemudian mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian serta Sekolah Staf dan Pimpinan Polri sebelum melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Negeri Makassar.
Setelah lulus Akpol, Awal memulai karier sebagai perwira pertama di Korps Brimob. Setelah menyelesaikan pendidikan lanjutan, ia bertugas di lingkungan Polda Jawa Barat dan menjalani penugasan reserse hingga mencapai pangkat komisaris polisi.
Ia menyelesaikan pendidikan Sespimmen Polri pada Desember 2008. Setelah itu, perjalanan kariernya berlanjut di Polda Metro Jaya, salah satu lingkungan penugasan yang membentuk pengalamannya dalam penanganan keamanan perkotaan dan manajemen kepolisian.
Pada April 2011, Awal dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Wakapolri. Jabatan tersebut mempertemukannya dengan pekerjaan koordinasi, penyusunan agenda pimpinan, komunikasi kelembagaan, dan pengelolaan isu strategis di tingkat pusat.
Setelah bertugas di lingkungan Mabes Polri, Awal dipercaya memimpin Polres Subang. Ia kemudian menjabat Wakapolrestabes Bandung sebelum mendapat penugasan lebih tinggi di bidang pengawasan internal Polri.
Pada Januari 2015, Awal diangkat sebagai Kaden C Biro Paminal. Posisi itu berkaitan dengan penegakan hukum dan disiplin internal, sebelum ia kembali mendapat tugas sebagai Kapolres Bekasi dan Kapolres Jakarta Utara.
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan perpindahan pengalaman Awal dari satuan operasional, reserse, kepemimpinan wilayah, hingga pengawasan internal kepolisian.
Awal mendapat penugasan sebagai ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2017–2019. Posisi itu menjadi salah satu pengalaman penting karena ia bekerja langsung dalam lingkungan kerja wakil presiden dan mengikuti dinamika agenda pemerintahan.
Selama menjalankan tugas tersebut, Awal tetap menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Negeri Makassar. Ia tidak hanya menempuh pendidikan formal, tetapi juga mengembangkan kajian yang berkaitan dengan tugas kepolisian dan hubungan polisi dengan masyarakat.
Setelah masa tugasnya sebagai ajudan, Awal tercatat mengisi posisi Widyaiswara Madya di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri dan bertugas di Sekretariat Militer Presiden sebagai bagian dari tim ahli wakil presiden.
Pada 2022, ia ditarik ke Mabes Polri untuk menduduki jabatan Analis Kebijakan Utama Bidang Pidana Bareskrim Polri. Jabatan itu menjadi bagian dari pengalaman strategisnya sebelum menyandang pangkat jenderal bintang dua.
Awal meraih gelar doktor administrasi publik dari Universitas Negeri Makassar melalui ujian promosi terbuka pada 9 Januari 2024. Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan meraih indeks prestasi kumulatif 3,85 dari skala 4,00.
Disertasinya berjudul “Optimalisasi Peran Bhabinkamtibmas dalam Membangun Public Trust”. Penelitian itu membahas peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan lurah dalam membangun keamanan, ketertiban, kesejahteraan masyarakat, serta kepercayaan publik terhadap Polri.
Dalam kajiannya, Awal menempatkan kepercayaan publik sebagai faktor penting bagi kinerja individu maupun lembaga kepolisian. Bhabinkamtibmas dipandang sebagai salah satu jembatan pelayanan dan komunikasi antara polisi dengan masyarakat.
“Semua kesuksesan berawal dari dirimu sendiri. Disiplin terhadap diri sendiri merupakan sebuah langkah menuju kesuksesan,” kata Awal setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya.
Tema disertasi tersebut menjadi catatan akademik yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, pemolisian masyarakat, dan upaya membangun hubungan yang lebih kuat antara kepolisian dan warga.
Di luar jabatan struktural Polri, Awal memiliki pengalaman mengelola organisasi olahraga. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia atau PP PESTI untuk masa bakti 2023–2028 pada 28 Oktober 2023.
Di bawah kepemimpinannya, PESTI mendorong sosialisasi soft tennis ke sekolah dan kampus serta memperkuat pembinaan atlet. Peran tersebut memperluas pengalaman Awal dari bidang keamanan dan administrasi pemerintahan ke pengelolaan organisasi olahraga nasional.
Pada 2026, Awal melepas tim soft tennis Indonesia yang tampil pada Asian Games. Ia meminta para atlet menjaga sikap sebagai duta bangsa dan memperjuangkan Merah Putih dalam kompetisi internasional.
Setelah ajang tersebut, Awal mengapresiasi perjuangan tim soft tennis Indonesia dan menyebut tradisi medali berhasil dipertahankan. PESTI kemudian melakukan evaluasi terhadap penampilan tim dan pembinaan olahraga setelah Asian Games.
Pengalaman di PESTI menjadi salah satu catatan menarik dalam perjalanan Awal karena berlangsung bersamaan dengan kariernya sebagai perwira tinggi Polri dan kemudian penugasan sebagai Kapolda Sulsel.
Penugasan sebagai Kapolda Sulsel membawa Awal kembali ke wilayah kelahirannya. Sebagai putra Makassar, ia memiliki latar keluarga dan ikatan pendidikan yang berkaitan dengan Sulawesi Selatan.
Sebelum memimpin Polda Sulsel, Awal telah melewati berbagai lingkungan kerja, mulai dari satuan Brimob, kepolisian daerah, Mabes Polri, Sekretariat Militer Presiden, lembaga pendidikan kepolisian, hingga organisasi olahraga.
Lintasan tersebut menjadi bekal pengalaman untuk menjalankan tugas yang mencakup pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, pelayanan publik, dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat.
• Nama: Irjen Pol M. Awal Chairuddin.
• Nama yang umum digunakan: Awal Chairuddin.
• Tempat, tanggal lahir: Makassar, 3 Desember 1971.
• Pangkat: Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.
• Jabatan terbaru: Kapolda Sulsel.
• Pendidikan utama: Akademi Kepolisian 1994, PTIK, Sespimmen Polri, dan doktor Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar.
• Gelar akademik: Doktor Administrasi Publik, lulus 2024 dengan IPK 3,85 dan predikat sangat memuaskan.
• Judul disertasi: “Optimalisasi Peran Bhabinkamtibmas dalam Membangun Public Trust”.
• Jabatan penting: Pama Korbrimob, Sekretaris Pribadi Wakapolri, Kapolres Subang, Wakapolrestabes Bandung, Kaden C Biro Paminal, Kapolres Bekasi, Kapolres Jakarta Utara, Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri, Tim Ahli Wakil Presiden di Setmilpres, dan Analis Kebijakan Utama Bidang Pidana Bareskrim Polri.
• Jabatan kenegaraan yang pernah diemban: Ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2017–2019.
• Jabatan organisasi: Ketua Umum PP PESTI periode 2023–2028.
• Orang tua: almarhum Chairuddin Burhan dan Hatma Tamma.
• Prestasi akademik: meraih doktor administrasi publik dengan predikat sangat memuaskan.
• Prestasi organisasi: terpilih secara aklamasi memimpin PP PESTI dan mengawal pembinaan soft tennis nasional.
• Pengalaman menarik: menjadi ajudan wakil presiden, menyelesaikan doktoral saat bertugas, meneliti kepercayaan publik terhadap Polri, serta memimpin organisasi olahraga nasional.
• Fokus keilmuan: pemolisian masyarakat, peran Bhabinkamtibmas, pelayanan publik, dan kepercayaan masyarakat.*